Di Tengah Covid-19, Lebong Fokus Jadi Daerah Swasembada Pangan

Daerah  JUM'AT, 29 MEI 2020 , 08:36:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Di Tengah Covid-19, Lebong Fokus Jadi Daerah Swasembada Pangan

Ilustrasi/Net

RMOLBengkulu. Pangan menjadi persoalan sangat strategis di tengah pandemi Covid-19. Oleh sebab itu, saat ini Kabupaten Lebong tengah konsentrasi peningkatan produksi pangan.

Fokus itu akan melibatkan Dinas Ketahanan Pangan (DKP), Dinas Pertanian dan Perikanan (Disperkan), dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat.

Kadis Lingkungan Hidup Lebong, Zamhari Bahrun mengatakan, dalam hal ini pihaknya sudah membuktikan bahwa dengan memanfaatkan kompos kulit padi bisa memproduksi tanaman kacang buncis dengan jumlah cukup besar.

"Saat ini Lebong sedang musim pemotong padi di sawah. Makanya, bila satu Hektare (Ha) sawah bisa menghasilkan limbah padi sebanyak 9 ton per Ha, maka kompos padi bisa diproduksi sebanyak 11,7 ton per hektare," katanya.

Dia menjelaskan, kompos padi 11,7 ton sama halnya 11.700.000 kilogram. Bahkan, apabila kompos dinilai dengan uang Rp 1.000 sampai Rp 1.500 per kilogram, maka nilai ekonomis yang dihasilkan dari produksi kompos padi tersebut sebanyak Rp 11.700.000 per Ha.

Sedianya, ia menerangkan, pemanfaatan limbah batang padi dan limbah panen untuk mendukung tersedianya sayur-sayuran, produksi ikan, hingga mengurangi penggunaan bahan pupuk kimia pada musim tanam berikutnya.

"Untuk 11,7 ton per Ha. Apa ini tidak menjadikan Lebong swasembada pangan dan ikan dan berapa banyak penghematan terhadap pupuk kimia yang biasa kita gunakan," terangnya.

Di sisi lain, ia menyatakan, saat ini seluruh pihak belum tahu sampai kapan pandemi Covid-19 akan berakhir. Sekalipun belum ada jaminan kesanggupan dari pemerintah untuk memberi bantuan ketahanan pangan kepada masyarakat

"Sebelum wabah kelaparan melanda, mari kita berkarya untuk ketahanan pangan di Lebong dan mengembalikan Lebong sebagai sentra penghasil beras dan sentra penghasil ikan serta membentuk Lebong sebagai sentra baru penghasil sayur-sayuran," ucapnya.

Namun demikian, untuk melaksanakan hal tersebut tetap harus mendapat dukungan OPD terkait. Seperti Disperkan dan DKP Lebong selaku leading sector.

"Nilai ekonomis yang dihasilkan sebanyak 11,7 ton per Ha. Ditambah nilai ekononis dari kompos yang didapat dan dari area persawahan akan muncul nilai ekonomis yang lebih besar lagi, yaitu beras, dedak, sayur-sayuran atau ikan yang dihasilkan," demikian Zamhari. [tmc]



Komentar Pembaca
Senyum Prabowo Airlangga

Senyum Prabowo Airlangga

SELASA, 07 JULI 2020 , 08:15:00

Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

SABTU, 04 APRIL 2020 , 17:43:00

China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

SABTU, 04 APRIL 2020 , 07:39:00