Terbawa Arus Sungai, Jembatan Desa Kayu Ajaran Kembali Dibangun

Daerah  KAMIS, 28 MEI 2020 , 20:02:00 WIB | LAPORAN: SANDRI

Terbawa Arus Sungai, Jembatan Desa Kayu Ajaran Kembali Dibangun

Tampak warga berjibaku melakukan pengecoran tiang jembatan/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Setelah terbawa derasnya arus sungai air Manna pasca banjir bandang pada April tahun 2019 lalu, jembatan sepanjang 68 meter sebagai akses menuju sentra produksi pertanian bagi warga Desa Kayu Ajaran, Kecamatan Ulu Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan (BS) dibangun kembali oleh pemerintah Desa Kayu Ajaran.

Sebelumnya, jembatan yang menghubungkan Desa Kayu Ajaran dengan air kurauan tempat usaha pertanian warga itu, pada tahun 2008 lalu dibangun oleh Program Nasional Pemberdayaan Masyaraka (PNPM), namun karena luapan sungai air Manna yang cukup besar membuat akses pertanian itu putus total.

"Pada tahun 2008 lalu jembatan gantung itu dibangun oleh PNPM, karena putus pada 2019 lalu dan warga mengusulkan agar jembatan ini dibangun kembali, sebab jembatan tersebut sangat di butuhkan warga untuk mempermudah akses ke perkebunan," kata kepala desa Kayu Ajaran Sahadi, Kepda RMOLBengkulu, Kamis (28/05).

Selain itu, setelah terputusnya jembatan tersebut, warga berinsiatif untuk membangun jembatan gantung seadanya, bahkan warga sepakat untuk mengumpulkan biaya secara swadaya agar jembatan gantung yang cukup panjang itu bisa dilintasi meski hanya dengan alat seadanya.

"Akses jembatan ini sangat vital, sebab 40 persen warga Desa Kayu Ajaran mempunyai usaha pertanian di seberang sungai," imbuh Sahadi

Ditambahkan Sekertaris desa (Sekdes) Kayu Ajaran, Bambang Harianto, pembangunan jembatan tersebut berdasarkan hasil musyawarah Rencana Kegiatan Pembangunan (RKP) tahun anggaran 2019 untuk kegiatan tahun 2020, dari hasil musyawarah itu, warga Desa Kayu Ajaran menyetujui pembangunan jembatan sentra produksi tersebut.

"Kegiatan pembangunan jembatan ini berdasarkan hasil musyawarah bersama guna memperlancar aktivitas warga ke seberang sungai, sebab jemabatan yang dibangun secara swadaya cukup beresiko saat dilewati," sampai Bambang.

Sementara itu, salah satu warga Desa Kayu Ajaran Wipin (45), mengaku pembangunan jembatan tersebut sangat bermanfaat bagi warga, terlebih lagi pada saat ini jembatan yang dibangun secara swadaya itu belum bisa dimanfaatkan dengan maksimal karena keterbatasan dana.

"Pembangunan ini sangat bermanfaat, jembatan ini merupakan akses kami menuju ke usaha kami di seberang sungai," tutup Wipin. [ogi]


Komentar Pembaca
Kabinet Amerika

Kabinet Amerika

JUM'AT, 02 APRIL 2021 , 09:57:00

MILAD IMM Ke-57, Dimulai Dengan Pertandingan Futsal Persahabatan
Diduga Serpihan Pesawat Sriwijaya SJ182

Diduga Serpihan Pesawat Sriwijaya SJ182

SABTU, 09 JANUARI 2021 , 18:27:00