DAU Rp 10 Miliar Sudah Masuk Kasda, Anggaran Covid-19 Belum Terpenuhi

Pengajuan OPD Tunggu DPA Perubahan

Daerah  RABU, 27 MEI 2020 , 18:54:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

DAU Rp 10 Miliar Sudah Masuk Kasda, Anggaran Covid-19 Belum Terpenuhi

Erik Rosadi/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Dana Alokasi Umum (DAU) Kabupaten Lebong sebesar 35 persen yang sempat tertahan akhirnya ditransfer oleh pemerintah pusat. DAU sekitar Rp 10 Miliar itu telah masuk ke kas daerah sebelum lebaran Idul Fitri 1441 Hijriyah.

Plt Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Lebong, Erik Rosadi mengatakan, DAU sekitar Rp 10 miliar itu diprioritaskan untuk alokasi dana desa (ADD) tahap pertana.

Sedangkan, dana Belanja Tak Terduga (BTT) untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp 26,5 Miliar untuk keperluan hingga Oktober 2020 belum bisa terpenuhi.

Masing-masing untuk penanganan kesehatan sebesar Rp 4.464.381.528, penanganan dampak ekonomi sebanyak Rp 4.326.550.000, dan penyediaan social safety net/jaringan pengaman sosial sebesar Rp 17.789.187.663

"Penundaan DAU yang disalurkan tersebut kita prioritaskan untuk ADD tahap pertama terlebih dahulu," kata Erik, Rabu (27/5) siang.

Perihal penundaan transfer DAU Lebong itu oleh pusat sebelumnya, karena dinyatakan belum memenuhi salah satu ketentuan pasal 29 PMK Nomor 35/PMK/07/2020 tentang Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun Anggaran 2020 dalam rangka Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan/atau Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional.

Di mana dalam laporannya Lebong tidak bisa memenuhi persentase rasionalisasi belanja modal sekurang-kurangnya sebesar 50 persen untuk dialihkan pada dana penanganan Covid-19. Sementara pada sisi belanja barang jasa, Lebong bisa melapaui hingga 53 persen dari ketentuan minimal 50 persen ketentuan PMK tersebut.

"Masuknya sebelum hari raya, nilainya 10 miliar yang ditunda," bebernya.

Lebih jauh, ia mengaku, pihaknya belum bisa mengakomodir pencairan tiap OPD. Terutama untuk GU, TU, LS-Pihak Ketiga, dan belanja hibah bansos.

Sebab, pihaknya masih menunggu proses pencetakan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) perubahan.

"Masih harus menunggu DPA perubahan terbit dulu, kan banyak anggaran yang dipangkas di masing-masing OPD. Kalau kita proses sekarang khawatirnya OPD belum tahu bikin SPJnya kemana nanti," tuturnya. [tmc]

Komentar Pembaca
Senyum Prabowo Airlangga

Senyum Prabowo Airlangga

SELASA, 07 JULI 2020 , 08:15:00

Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

SABTU, 04 APRIL 2020 , 17:43:00

China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

SABTU, 04 APRIL 2020 , 07:39:00