Hina Polisi Di Medsos, Buruh Serabutan Terancam 4 Tahun Penjara

Hukum  SELASA, 26 MEI 2020 , 13:58:00 WIB | LAPORAN: RISNA JULIYANA HUTASOIT

Hina Polisi Di Medsos, Buruh Serabutan Terancam 4 Tahun Penjara

Pelaku menggunakan masker berdiri saat Kapolres Mukomuko, AKBP Andy Arisandi didampingi Wakapolres Kompol Tigor menggelar jumpa pers di aula Mapolres Mukomuko/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. TS (29) warga Desa Suka Maju Kecamatan Penarik, Kabupaten Mukomuko, mungkin tidak menyangka bakal berurusan dengan Polres setempat.

Hal itu setelah ia menuliskan komentar pada sebuah unggahan di Facebook tentang imbauan kepolisian kepada warga untuk tidak berpergian ke tempat wisata.

TS yang diketahui sebagai buruh serabutan itu, diamankan petugas setelah terbukti menuliskan ujaran kebencian terhadap polisi.

Demikian disampaikan Kapolres Mukomuko, AKBP Andy Arisandi didampingi Wakapolres Kompol Tigor dalam jumpa pers di aula Mapolres Mukomuko, pada Selasa (26/05) pagi.

Kapolres menjelaskan, kejadian berawal pada Minggu (24/05) kemarin, saat pemilik akun Facebook bernama Wetna Junita mengunggah kegiatan Polres Mukomuko dan Polsek Mukomuko Utara.

Dalam postingan itu, tampak kepolisian melakukan penjagaan dan penutupan tempat wisata di wilayah kecamatan Kota Mukomuko dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.

"Kemudian pelaku dengan menggunakan akun Facebook milik istrinya enggan nama akun Fb Ayu melihat dan membaca postingan tersebut dan langsung memberi komentar dengan kalimat "Dasar Polisi Mukomuko Anjing Semua". Sehingga komentar pelaku tersebut menimbulkan reaksi dari banyak netizen termasuk personil Polri yang merasa dihina oleh pelaku," ungkap kapolres.

Atas ulahnya tersebut, Polsek Penarik Raya langsung bergerak cepat dan meringkus pelaku di kediamannya pada Senin (25/05) kemarin. Saat ini seluruh barang bukti beserta pelaku sudah diamankan di Mapolres Mukomuko.

Diketahui, perkara ini merupakan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan atau pencemaran nama baik.

"Pelaku melanggar pasal 27 ayat 3 Jo pasal 45 ayat 3 huruf Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik pada pasal 207 KUHP, dengan ancaman pidana penjara paling lama 4 tahun dan atau denda paling banyak 750 juta rupiah," pungkas Kapolres.

Sementara, barang bukti yang berhasil diamankan berupa, hasil cetak print screen postingan dan komentar pada akun media sosial facebook, akun facebook atas nama Ayu, satu unit Handphone merk Oppo warna hitam, 1 buah sim card, 1 buah memory micro Sd Card 4 GB. [tmc]

Komentar Pembaca
Senyum Prabowo Airlangga

Senyum Prabowo Airlangga

SELASA, 07 JULI 2020 , 08:15:00

Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

SABTU, 04 APRIL 2020 , 17:43:00

China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

SABTU, 04 APRIL 2020 , 07:39:00