Tadinya Diperbolehkan, Kini MUI Larang Warga Salat Idul Fitri Berjamaah Di Tempat Terbuka, Ini Alasannya

Daerah  KAMIS, 21 MEI 2020 , 04:34:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Tadinya Diperbolehkan, Kini MUI Larang Warga Salat Idul Fitri Berjamaah Di Tempat Terbuka, Ini Alasannya

Ketua MUI Kabupaten Lebong, H. M Amin AR

RMOLBengkulu. Kabupaten Lebong berstatus zona hijau, nyatanya bukan jaminan untuk masyarakat bisa menggelar salat Idul Fitri 1441 Hijriyah di tanah lapang, masjid, musala, atau tempat lain di daerah itu.

Teranyar, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebong menarik pernyataan diperbolehkan Salat Idul Fitri 1441 H digelar di tanah lapang, masjid, musala, atau tempat lain.

Adanya perubahan itu bukan semata-mata mengangkangi Fatwa MUI Nomor 28 tahun 2020 tentang Panduan Kaifiat Takbir dan Salat Idul Fitri Saat Pandemi Covid-19.

Namun, itupun berdasarkan keputusan bersama antara Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Lebong, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Lebong, serta MUI Lebong, belum lama ini.

Ketua MUI Kabupaten Lebong, H. M Amin AR mengungkapkan, MUI sendiri memang memberi anjuran warga diperbolehkan salat idul fitri berjamaah di tanah lapang, masjid, mushalla bagi umat islam yang berada di kawasan bebas Covid-19 (zona hijau).

Namun, setelah melihat ada ratusan warga Lebong berstatus Orang Dalam Pantauan (ODP) di Lebong, maka ia khawatir salat berjamaah di tempat terbuka akan berisiko sekaligus berpotensi menyebarkan Covid-19.

"Benar karena ODP ditempat kita sudah mencapai 800 orang, kita sangat khawatir. Insya Allah akan dikirim hasil rapat dipemda dan ini juga se-provinsi Bengkulu, maaf," katanya, kemarin (20/5).

Adapun beberapa pertimbangan pihaknya untuk tidak melaksanakan salat idul fitri di masjid atau tempat terbuka.

Masing-masing, berdasarkan ODP yang berasal dari zona merah yang sudah terdata di Posko Covid-19 Kabupaten Lebong sebanyak 800 orang, dan diprediksi akan bertambah sampai Idul Fitri lebih dari 1.000 orang.

Kemudian, tidak ada yang bisa menjamin dari seluruh ODP yang berasal dari zona merah tersebut sehat dan tidak termasuk Orang Tanpa Gejala (OTG).

Lalu, hasil rapat melalui Video Come Frol Gubernur, FKPD Provinsi, Kanwil Kemenag, Bupati/Wali Kota, FKPD Kabupaten se-Provinsi Bengkulu, pada Selasa (19/5).

Terakhir, larangan itu bukan mutlak keputusan MUI. Namun, berdasarkan rapat tim gugus Covid-19 Kabupaten Lebong beserta Kemenag Lebong, FKUB, serta MUI Kabupaten Lebong.

"Benar, surat edaran akan ditandatangani oleh Bupati, Kapolres, MUI, FKUB dan Kemenag Kab Lebong beserta Kodim," tuturnya. [tmc]



Komentar Pembaca
Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

SABTU, 04 APRIL 2020 , 17:43:00

China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

SABTU, 04 APRIL 2020 , 07:39:00

Petugas Di Garda Terdepan Antisipasi Covid-19

Petugas Di Garda Terdepan Antisipasi Covid-19

KAMIS, 26 MARET 2020 , 17:46:00