Suami Korban Kecelakaan Maut Sempat Larang Istri Dan Buah Hati Pergi

Daerah  SENIN, 18 MEI 2020 , 18:29:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Suami Korban Kecelakaan Maut Sempat Larang Istri Dan Buah Hati Pergi

Sineba Jaya saat memberi keterangan di Desa Sungai Gerong Kecamatan Amen/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Senin (18/5), sekitar pukul 10.05 WIB, keheningan pagi hari pecah oleh tangis sosok pria yang mengenakan kemeja hitam diselimuti jaket abu-abu.

Sineba Jaya (33) warga Talang Bunut Kecamatan Amen, Kabupaten Lebong, tak bisa menyembunyikan kesedihannya kepada awak media.

Wajahnya tampak dilanda duka mendalam. Dia sesekali melemparkan muka sambil menunduk.

Kehilangan istri dan calon buah hati pertama salah satu hal tersulit yang bisa dilalui orangtua mana pun. Hal itu dirasakan oleh pria yang bekerja sebagai petani serabutan tersebut.

Penantian selama lima bulan akan kehadiran buah hati pertama berakhir pilu. Seorang calon ibu Popy Alis Putri (27) istri dari Jaya, harus meregang nyawa karena ditabrak oleh kendaraan roda dua.

Popy dan janin berusia beberapa bulan di kandungannya tak terselamatkan dalam perjalanan saat dirujuk ke Rumah Sakit Tiara Sella Kota Bengkulu, Minggu (17/5) dinihari.

Kesedihan mendalam dirasakan sang suami yang melihat istri meninggal di depan matanya sendiri, sekitar pukul 04.07 WIB.

Kesedihan masih sangat tampak jelas pada raut wajah Jaya. Sesekali suaranya serak dan air matanya tumpah di sela memberikan keterangan kepada RMOLBengkulu.

Ia menuturkan, istrinya ialah sosok yang sederhana, pekerja keras dan humoris.

"Dia orangnya humoris. Tidak pernah menampakkan ada masalah dalam situasi apapun," katanya, Senin (18/5).

Keduanya belum memiliki rumah dan masih menumpang di kediaman orang tua Jaya di Desa Talang Bunut Kecamatan Amen. Itupun sejak menikah bulan Januari 2020 lalu.

Untuk memenuhi kebutuhan pasangan suami-istri muda ini menjalani rutinitas seperti biasa. Sang suami bekerja sebagai petani serabutan. Sedangkan, sang istri menyewa kios sebagai tempat usaha warung manisan yang terletak di Desa Selebar Jaya.

"Dia orangnya pekerja keras. Sehari buka (warung), biasanya dia dapat Rp 100 sampai 200 ribu. Jadi hasil tak nentu," bebernya.
 
Beberapa jam sebelum kejadiaan nahas itu pun, Jaya sempat memiliki firasat buruk dan berat untuk meninggalkan istrinya.

Istri saat itu menutup sementara warung manisannya, dan kembali ke kediaman orang tuanya untuk menyiapkan menu berbuka puasa.

Setelah momen buka puasa tersebut, istrinya langsung kembali warung manisannya. 

Jaya tak menyangka kepergian istrinya untuk buka kembali ke warung manisan menjadi petaka.

Ia mengaku sudah sempat melarang istrinya untuk pergi menggunakan kendaraan dua, pada Sabtu (16/5) malam itu.

"Dia kan buka warung di Desa Selebar Jaya. Sebelum kejadian, sempat saya larang karena habis buka puasa. Tapi jawabnya (Popy), malam ini pasti ramai karena malam minggu," ceritanya sambil mengingat peristiwa tersebut.

Sebelum kejadian, ia menyatakan ingin mengajak istrinya, Minggu (17/5) kemarin ke pasar untuk membeli dan menyiapkan kamar sang buah hati pertama itu.

"Saat saya pulang dari kebun, saya mandi dulu dan berencana susul dia ke warung. Tapi, waktu itu saya dapat kabar orang kalau dia (korban, red) mengalami kecelakaan dan sudah dirujuk ke rumah sakit," ucapnya.

Tangis kesedihan dari keluarga korban langsung pecah saat mobil ambulans datang di rumah orang tua korban yang terletak di Desa Sungai Gerong.

Kejadian nahas itu, menjadi cerita pahit bagi Jaya beserta keluarga besarnya. Pasalnya sosok istri yang dikenal periang sekalipun bayi yang dikandungnya menghembuskan nafas terakhir karena insiden tabrakan maut tersebut.

Saat ditemui wartawan di rumah duka Senin (18/5) sekitar pukul 10.00 WIB, Wawan Gunawan (38) yang juga kakak kandung menceritakan, kenangan terakhir melihat sang adik.

"Saat tiba di RSUD Lebong sekitar pukul 19.30 WIB, ia langsung dibawa ke UGD. Pada saat itu, korban belum sadar dan terus menerus muntah," sambungnya.

Wawan pun tak bisa membendung berlinangnya air matanya, ketika bercerita melihat kondisi adiknya di rumah sakit.

"Kepalanya saya sentuh remuk. Tapi dia masih ada (hidup). Saya panik dan tidak bisa apa-apa. Saya sempat marah pada petugas karena saya nilai lambat penanganannya," ujarnya.

Dia menceritakan, saat itu korban baru bisa dirujuk dinihari, Minggu (17/5) sekitar pukul 01.05 WIB. Itupun setelah mendapatkan konfirmasi Sisrute dari rumah sakit rujukan di Kota Bengkulu.

"Namun apa boleh buat saat tiba di rumah sakit Tiara Sella, adik saya akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. Kami sekeluarga ikhlas, semoga amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT," tuturnya.

Dirangkum RMOLBengkulu, peristiwa nahas itu terjadi hari Sabtu, (16/5) malam sekitar pukul 19.00 WIB di ruas jalan raya Desa Selebar Jaya, Kecamatan Amen.

Kejadian berawal saat sepeda motor Yamaha Mio J tanpa nopol yang dikendarai RS (17) dengan membonceng saudara berinisial DAS (16) datang dari arah yang sama secara beriringan dari Desa Embong Uram Kecamatan Uram Jaya menuju ke arah Pasar Muara Aman.

Kemudian, setibanya di Desa Selabar Jaya, tiba-tiba sepeda motor Yamaha Mio J warna biru dengan nopol BD 4325 HC yang dikendarai korban hendak belok masuk ke kanan.

Namun, mendadak dari arah yang sama datang motor Yamaha Mio J yang dikendarai RS melaju dengan kecepatan tinggi. Motor kemudian menabrak bagian bekakang motor korban, hingga membuatnya terpental beberapa meter.

Akibat kerasnya benturan tersebut, pelaku RS mengalami luka lecet pada pipi kiri dan kaki kiri, sementara satu rekannya DAS mengalami luka lecet di kaki sebelah kiri.

Kemudian, korban mengalami luka lebam di kepala bagian belakang dan meninggal dunia seketika di rumah sakit di Kota Bengkulu.

Dari olah TKP, kendaraan tanpa nopol yang dikendarai RS berboncengan dengan DAS tidak memakai helm, tidak membawa STNK dan SIM.

Sedangkan korban pengendara sepeda motor Yamaha mio J dengan nopol BD 4325 HC juga tidak memakai helm, tidak membawa STNK dan SIM.

Kejadian tragis ini sudah ditayangkan RMOLBengkulu dengan judul : Ibu Hamil 8 Bulan Ditabrak Pelajar Hingga Meninggal Dunia. [tmc]




Komentar Pembaca
Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

SABTU, 04 APRIL 2020 , 17:43:00

China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

SABTU, 04 APRIL 2020 , 07:39:00

Petugas Di Garda Terdepan Antisipasi Covid-19

Petugas Di Garda Terdepan Antisipasi Covid-19

KAMIS, 26 MARET 2020 , 17:46:00