Tito Karnavian: Covid-19 Harus Diatasi Secara Kolektif

Nusantara  MINGGU, 03 MEI 2020 , 08:53:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Tito Karnavian: Covid-19 Harus Diatasi Secara Kolektif

Mendagri Tito Karnavian/Repro

RMOLBengkulu. Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian  menyampaikan pandemik virus corona baru atau Covid-19 adalah hal baru bagi Indonesia, bahkan di dunia. Ada beberapa formula untuk mengatasi Covid-19 berikut dampak yang ditimbulkannya.

Menurut Tito kejadian tesebur adalah murni krisis kesehatan yang harus diatasi secara kolektif oleh semua pihak, tidak hanya pemerintah. Termasuk organisasi non-pemerintah seperti Pemuda Muhammadiyah dan organisasi masyarakat sipil lainnya.

"Pandemik ini adalah wabah terluas dalam sejarah Indonesia modern sejak tahun 1945. Kita pernah ada malaria, demam berdarah, typus, dan lain sebagainya. Tapi belum pernah terjadi ada wabah di 34 provinsi seluruh Indonesia dan lebih dari hampir 300 daerah tingkat 1 dan 2 sudah terpapar," terang Tito Karnavian, saat mengisi diskusi daring yang digelar PP Pemuda Muhammadiyah, Sabtu (2/5).

"Ini sesuatu yang baru. Inilah suatu krisis kesehatan," sembungnya.

Menurut Tito Karnavian, harus ada kerja sama dari semua elemen masyarakat untuk bersama menghadapi Covid-19 ini.

Sebab, negara di seluruh dunia tengah berupaya membendung penyebaran penularannya dari virus yang berdampak sistemik (domino) yang membuat ekonomi dan berpotensi krisis ekonomi ini.

"Kenapa? Karena pendapatan negara baik dari pajak maupun nonpajak, semua menjadi tidak tepat dan tidak mencapai target. Karena industrinya dan usaha-usaha ekonomi lainnya banyak yang terhenti dan terhambat," kata Tito Karnavian.

Lanjut mantan Kapolri ini, negara dalam posisi yang dilematis dalam menyikapi pandemik Covid-19 yang baru pertama kali terjadi di dunia ini.

Satu sisi, negara harus mengedepankan kesehatan publik. Sementara di sisi yang lain juga dituntut harus mempertahankan ekonomi, agar kesehatan warganya tetap terjamin dengan ekonomi yang tetap harus berjalan.

"Kalau seandainya kesehatan publik diutamakan dapat mengorbankan kemampuan survive ekonomi. Dan, ketika ekonomi jatuh, jatuhnya sangat dalam, sulit untuk dicover, maka otomatis kemampuan untuk menjaga kesehatan publik itu juga akan menjadi berkurang," tuturnya

"Sebaliknya kalau seandainya mengedepankan ekonomi maka akan mengorbankan kesehatan publik ini adalah semacam zero some gift, yang ini akan mengurangi yang lainnya. Oleh karena itu harus dicari keseimbangan, antara kesehatan publik tetap harus diutamakan tapi ekonomi juga jangan sampai mati. Ekonomi melamban, tapi tetap harus survive," demikian Tito Karnavian dilansir dari Kantor Berita Politik RMOL. [tmc]

Komentar Pembaca
Senyum Prabowo Airlangga

Senyum Prabowo Airlangga

SELASA, 07 JULI 2020 , 08:15:00

Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

SABTU, 04 APRIL 2020 , 17:43:00

China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

SABTU, 04 APRIL 2020 , 07:39:00