Bagikan Sembako, JPD Bengkulu Selatan Ajak Pererat Persaudaraan Di Tengah Covid-19

Daerah  JUM'AT, 01 MEI 2020 , 10:06:00 WIB | LAPORAN: SANDRI

Bagikan Sembako, JPD Bengkulu Selatan Ajak Pererat Persaudaraan Di Tengah Covid-19

Bagikan Sembako, JPD Bengkulu Selatan Ajak Pererat Persaudaraan di Tengah Covid-19 RMOLBengkulu. Dalam rangka mengisi kegiatan Bulan Ramadhan sekaligus bersinergi dengan pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19, Jaringan Pemuda Desa (JPD) Bengkulu Selatan (BS) menggelar kegiatan Geralan Sosial Berkah Ramadhan Terdampak Covid-19. Gerakan Sosial ini dilakukan dalam bentuk membagikan 100 paket sembako kepada beberapa warga kurang mampu dan warga terdampak Covid-19. Gerakan Sosial ini digelar selama dua hari, 29-30 April 2020. Koordinator Jaringan Pemuda Desa BS, Apdian Utama menyampaikan, pembagian sembako dilakukan secara door to door dan mendatangi tempat warga penerima bantuan sembako. Hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya kerumunan massa. "100 paket sembako ini terdiri dari beras, sarden, susu, minyak goreng dan mie. Tersebar ke berbagai kecamatan di Bengkulu Selatan," jelas Apdian Utama. Sementara untuk penerima bantuan berasal dari keluarga kurang mampu dan terdampak covid-19. Diantaranya seperti tukang parkir, karyawan swasta yang terkena PHK, fotografer pernikahan, tukang salon, pedagang keliling, pedagang kantin di sekolah dan lain sebagainya. Dikatakan Apdian, kegiatan yang digagasnya ini merupakan murni gerakan sosial organisasi pemuda dan sama sekali tidak mengandung unsur politik. "Kalau dilihat dari nilainya tidak seberapa. Kuantitasnya sangat sedikit jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Bengkulu Selatan yang mencapai 150 ribu jiwa lebih. Tapi harapan kami ini menjadi stimulus bagi semua pihak agar mempererat persaudaraan dan kepedulian sosial di tengah pandemi covid-19 ini," ujar Apdian. Secara keorganisasian, Jaringan Pemuda Deaa BS juga mengimbau kepada seluruh masyarakat yang terdampak Covid-19 tersebut untuk tetap tenang dan terus mengikuti kebijakan pemerintah pusat seperti tidak mudik, melaksanakan ibadah di rumah masing-masing selama pandemi Covid-19, rajin mencuci tangan, mengurangi kontak fisik, menggunakan masker ketika keluar rumah, mengganti jabat tangan dengan ucapan santun guna mengurangi dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bengkulu Selatan. "Terlebih, barusan ada satu orang warga Bengkulu Selatab yang terkonfirmasi positif Covid-19, jangan sampai ini terus menyebar, mari sama-sama ikuti anjuran pemerintah, saya diri kita, keluarga dan orang lain," ungkap Apdian. Sementara itu, salah seorang mantan karyawan NSS yang terkena PHK, Sofyan menyampaikan terimakasih kepada kelompok pemuda yang tergabung dalam Jaringan Pemuda Desa. "Terimakasih atas kepeduliannya, semoga pandemi corona ini cepat berlalu. Dan mari sama-sama kita dukung kebijakan pemerintah dalam memutus mata rantai corona ini," demikian Sofyan.

RMOLBengkulu. Dalam rangka mengisi kegiatan Bulan Ramadhan sekaligus bersinergi dengan pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19, Jaringan Pemuda Desa (JPD) Bengkulu Selatan (BS) menggelar kegiatan Geralan Sosial Berkah Ramadhan Terdampak Covid-19.

Gerakan Sosial ini dilakukan dalam bentuk membagikan 100 paket sembako kepada beberapa warga kurang mampu dan warga terdampak Covid-19. Gerakan Sosial ini digelar selama dua hari, 29-30 April 2020.

Koordinator Jaringan Pemuda Desa BS, Apdian Utama menyampaikan, pembagian sembako dilakukan secara door to door dan mendatangi tempat warga penerima bantuan sembako. Hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya kerumunan massa.

"100 paket sembako ini terdiri dari beras, sarden, susu, minyak goreng dan mie. Tersebar ke berbagai kecamatan di Bengkulu Selatan," jelas Apdian Utama.

Sementara untuk penerima bantuan berasal dari keluarga kurang mampu dan terdampak covid-19. Diantaranya seperti tukang parkir, karyawan swasta yang terkena PHK, fotografer pernikahan, tukang salon, pedagang keliling, pedagang kantin di sekolah dan lain sebagainya.

Dikatakan Apdian, kegiatan yang digagasnya ini merupakan murni gerakan sosial organisasi pemuda dan sama sekali tidak mengandung unsur politik.

"Kalau dilihat dari nilainya tidak seberapa. Kuantitasnya sangat sedikit jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Bengkulu Selatan yang mencapai 150 ribu jiwa lebih. Tapi harapan kami ini menjadi stimulus bagi semua pihak agar mempererat persaudaraan dan kepedulian sosial di tengah pandemi covid-19 ini," ujar Apdian.

Secara keorganisasian, Jaringan Pemuda Deaa BS juga mengimbau kepada seluruh masyarakat yang terdampak Covid-19 tersebut untuk tetap tenang dan terus mengikuti kebijakan pemerintah pusat seperti tidak mudik, melaksanakan ibadah di rumah masing-masing selama pandemi Covid-19, rajin mencuci tangan, mengurangi kontak fisik, menggunakan masker ketika keluar rumah, mengganti jabat tangan dengan ucapan santun guna mengurangi dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bengkulu Selatan.

"Terlebih, barusan ada satu orang warga Bengkulu Selatab yang terkonfirmasi positif Covid-19, jangan sampai ini terus menyebar, mari sama-sama ikuti anjuran pemerintah, saya diri kita, keluarga dan orang lain," ungkap Apdian.

Sementara itu, salah seorang mantan karyawan NSS yang terkena PHK, Sofyan menyampaikan terimakasih kepada kelompok pemuda yang tergabung dalam Jaringan Pemuda Desa.

"Terimakasih atas kepeduliannya, semoga pandemi corona ini cepat berlalu. Dan mari sama-sama kita dukung kebijakan pemerintah dalam memutus mata rantai corona ini," demikian Sofyan. [ogi]


Komentar Pembaca
Kabinet Amerika

Kabinet Amerika

JUM'AT, 02 APRIL 2021 , 09:57:00

MILAD IMM Ke-57, Dimulai Dengan Pertandingan Futsal Persahabatan
Diduga Serpihan Pesawat Sriwijaya SJ182

Diduga Serpihan Pesawat Sriwijaya SJ182

SABTU, 09 JANUARI 2021 , 18:27:00