Pendapatan Asli Daerah Berpotensi Anjlok Gara-Gara Corona

Daerah  KAMIS, 30 APRIL 2020 , 04:30:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Pendapatan Asli Daerah Berpotensi Anjlok Gara-Gara Corona

Rudi Hartono/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Virus corona (COVID-19) turut menggerus pendapatan asli daerah (PAD) dari berbagai sumber. Untuk di Kabupaten Lebong sendiri, sejumlah pendapatan diprediksi hilang karena pandemi tersebut.

Diketahui, target penerimaan Pemkab Lebong dari sektor PAD tahun 2020 ini naik menjadi Rp 22,5 miliar dibandingkan target 2019. Pada tahun 2019 lalu, target penerimaan PAD hanya Rp 21,5 miliar.

Plt Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Lebong, Erik Rosadi melalui Kabid Pendapatan, Rudi Hartono mengatakan, PAD di Lebong selama ini mengandalkan retribusi parkir, sampah, pasar, pajak hiburan, rumah makan, dan obyek wisata.

Dimana potensi PAD yang hilang nilainya mencapai Rp 200 juta per bulan.

Ia mencontohkan usaha kuliner. Saat kondisi Covid-19 ini usaha kuliner tidak seramai jika dibandingkan dengan sebelum adanya musibah wabah virus corona.

Sepinya usaha kuliner ini tentu berimbas ke sektor usaha perparkiran, sehingga pendapatan parkir juga sedikit. Dampak seperti ini juga diikuti oleh sektor lainnya.

"Tapi karena ada keringanan kepada wajib pajak selama pandemi ini maka pendapatan tahun ini mengalami pengurangan yang luar biasa," kata dia, kemarin (29/4).

Tak hanya itu, Rudi juga mengemukakan sumber paling utama PAD Lebong, yaitu Pajak penerangan jalan (PPJ) yang dibayarkan konsumen PLN di Kabupaten Lebong.

Hanya saja, sejak adanya kebijakan subsidi listrik gratis selama tiga bulan maka berpengaruh terhadap pendapatan asli daerah dimana tiap bulan ditargetkan Rp 230 juta.

"Kita bakal kehilangan 40 persen atau 100 juta sebulan. Kalau subsidinya selama tiga bulan maka potensi penurunan penerimaan PAD capai Rp 100 juta per. Bahkan, kalau lima bulan maka PAD turun sampai Rp 500 juta," jelasnya.

Di sisi lain, ia menegaskan penurunan PAD ini tidak hanya terjadi di daerah itu melainkan hampir berimbas di seluruh daerah di Indonesia.

"Artinya, kalau situasi pandemi ini terjadi sampai akhir tahun. Maka PAD tidak tercapai lebih dari Rp 1 miliar. Kalau pembangunannya terhambat, maka akan berpengaruh juga dengan pajak galian C," demikian Rudi. [tmc]



Komentar Pembaca
Senyum Prabowo Airlangga

Senyum Prabowo Airlangga

SELASA, 07 JULI 2020 , 08:15:00

Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

SABTU, 04 APRIL 2020 , 17:43:00

China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

SABTU, 04 APRIL 2020 , 07:39:00