Curhat Driver Ojek Gandeng, Pusing Penghasilan Surut Gara-gara Corona

Daerah  KAMIS, 02 APRIL 2020 , 07:39:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Curhat Driver Ojek Gandeng, Pusing Penghasilan Surut Gara-gara Corona

Tampak sejumlah driver ojek gandeng sepi penumpang di pangkalan Kelurahan Pasar Muara Aman/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Driver alias pengemudi ojek gandeng di Kabupaten Lebong mengeluhkan sepinya orderan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Hal itu imbas dampak penyebaran virus corona alias Covid-19.

Purwanto (40) salah satu driver ojek gandeng mengatakan, sejak dua minggu terakhir penghasilan para pengemudi turun drastis karena makin sepi orderan.

Menurut pria asal Desa Lebong Tambang Kecamatan Lebong Utara ini, sebelum wabah ini timbul di Indonesia pendapatan mereka tiap hari mencapai Rp 150 hingga Rp 200 ribu.

"Saat ini paling besar dapat Rp 50 ribu. Itupun, untuk mendapatkan nilai itu sangat sulit, paling satu hari rata-rata tembus Rp 30 ribu. Tapi, itu belum termasuk isi minyak Rp 15 ribu, dikarenakan sebagian orang tidak berani ke pasar lagi akibat virus corona," ujarnya, kemarin (1/4) ditemui di pangkalan ojek di Kelurahan Pasar Muara Aman.

Tak hanya itu, ia mengaku dampak ini juga dialami sekitar 300 pengemudi ojek gandeng lainnya. Menyusul adanya imbauan tetap di rumah sekalipun anak sekolah diliburkan.

"Penghasilan merosot draktis, stok makanan sudah berkurang. Kami berharap ada solusi di situasi sekarang ini," keluh Purwanto didampingi puluhan pengemudi lainnya.

Ia berharap kepada pemerintah setempat kiranya dapat menyikapi dan memberikan solusi terkait hal yang dialami para pekerja ojek gandeng tersebut.

"Harapan kami pemerintah dapat memberi bantuan berbentuk sembako sebagai penyambung hidup kami. Perintah pemerintah kan harus di rumah, dan di rumah butuh makan. Untuk penghasilan lain kami tidak ada, hanya berharap di usaha ojek inilah," pintanya.

Hal senada disampaikan pengemudi lainnya bernama David (44) warga asal Desa Sungai Gerong, bahwa pekerjaan itu sudah dilakoninya puluhan tahun.  a ada solusi," ungkap David.

Biasanya untuk bisa mendapatkan penghasilan, pihaknya hanya butuh waktu beberapa jam saja, namun saat ini butuh waktu lama untuk mengejar uang tersebut. Dan untuk tarif ojek gandeng sendiri bervariasi tergantung jarak tempuh.

"Jika ada solusinya, kami tidak menginginkan bantuan berbentuk uang, pemerintah bisa membantu memberikan sembako saja alhamdulillah," tuturnya. [tmc]



Komentar Pembaca
Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

SABTU, 04 APRIL 2020 , 17:43:00

China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

SABTU, 04 APRIL 2020 , 07:39:00

Petugas Di Garda Terdepan Antisipasi Covid-19

Petugas Di Garda Terdepan Antisipasi Covid-19

KAMIS, 26 MARET 2020 , 17:46:00