Gara-gara Corona, Hajatan Pernikahan Ditunda

Daerah  KAMIS, 26 MARET 2020 , 07:07:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Gara-gara Corona, Hajatan Pernikahan Ditunda

Tampak Kapolsek Lebong Selatan saat memberikan imbauan di pesta pernikahan di Desa Talang Liak II/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Sepasang kekasih di Kabupaten Lebong, harus memilih mengundur acara resepsi pernikahan akibat semakin meluasnya sebaran virus corona.

Salah satu anak dari Azwar Edi (44) warga Desa Bungin Kecamatan Bingin Kuning, mengundur rencana resepsi pernikahan yang sedianya akan berlangsung pada tanggal 4 hingga 5 April 2020 medatang.

Hal itu usai Kapolsek Lebong Selatan, AKP L Naibaho beserta jajaran, dan Kades Bungin mendatangi kediamannya, Rabu (25/3) sekitar pukul 14.00 WIB.

Meski resepsi akan diundur sampai waktu yang belum ditentukan, namun pelaksanaan akad nikah akan tetap berlangsung sesuai yang telah ditetapkan, tetapi tidak melibatkan banyak tamu untuk datang menyaksikan akad nikah.

"Setelah diberikan penjelasan, pihak keluarga menerima dengan ikhlas bahwa pesta pernikahan anaknya ditunda sampai situasi aman dari penyebaran virus corona," kata Kapolsek kepada RMOLBengkulu.

Sementara itu, Kapolres Lebong, AKBP Ichsan Nur melalui Kabag Ops AKP Rafenil Yaumil Rahman menambahkan, kebijakan ini bermaksud untuk mematuhi instruksi dari pemerintah terkait pencegahan atau pemutusan penyebaran virus covid 19.

Ia mengaku, ada tiga tempat pesta pernikahan yang sudah didatangi kepolisian, Rabu (25/3) siang. Di antaranya, pesta pernikahan di Desa Talang Liak II Kecamatan Bingin Kuning, Desa Embong Pajang Kecamatan Lebong Tengah, dan Desa Lebong Tambang Kecamatan Lebong Utara.

Pada kesempatan itu, kepolisian memberikan edukasi pencegahan kerumunan warga ini diyakini bisa memutus penyebaran virus corona di tengah masyarakat.

"Iya benar, itupun sebagai tindaklanjut keluarnya Maklumat Kapolri dengan nomor: Mak/2/III/2020 tertanggal 19 Maret tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran virus Corona(COVID-19)," ucapnya.

Dia mengutarakan, pada kesempatan itu pihaknya juga melakukan pembinaan, mengingat pihak keluarga sebelumnya meminta izin kepada pihak kepolisian namun tidak dikeluarkan izin.

"Tidak ada pembubaran, acara resepsi pernikahan tetap dilanjutkan. Tapi, kita imbau kepada warga untuk menghindari kerumunan massa," imbuhnya.

Ia mengimbau agar seluruh masyarakat tidak menggelar kegiatan sebagaimana  keluarnya Maklumat Kapolri. Adapun kegiatan yang dimaksud dalam maklumat Kapolri tersebut, di antaranya kegiatan sosial, budaya, keagamaan, aliran kepercayaan dalam bentuk seminar, lokakarya, sarasehan dan sejenisnya ditiadakan.

Perintah ini juga termasuk untuk kegiatan konser musik, pekan raya, festival, bazaar, pasar malam, pameran dan resepsi keluarga.

Selanjutnya, diperintahkan untuk tidak mengadakan kegiatan olahraga, kesenian, jasa hiburan, unjuk rasa, pawai dan karnaval serta kegiatan lainnya yang menciptakan kerumunan massa.

"Artinya, jika ditemukan perbuatan yang bertentangan dengan maklumat ini, maka setiap anggota Polri wajib melakukan tindakan kepolisian yang diperlukan sesuai ketentuan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku,," tuturnya. [tmc]



Komentar Pembaca
H. Zahdi Taher, M.HI Jabat Kepala Kemenag Prov Bengkulu
Komplek Perkantoran Pemkab Kaur Jauh Dari Kata Bersih
Kebakaran Hebat Melanda Dua Toko

Kebakaran Hebat Melanda Dua Toko

SABTU, 29 AGUSTUS 2020 , 22:30:00