Akhir Pelarian Mantan Kades Penyeleweng DD/ADD

Daerah  RABU, 25 MARET 2020 , 20:34:00 WIB | LAPORAN: RIZKI MARDANI

Akhir Pelarian Mantan Kades Penyeleweng DD/ADD

Sukardi mantan kades SS usai ditangkap petugas/Ist

RMOLBengkulu. Kejaksaan Negeri Rejang Lebong berhasil mengamankan oknum mantan Kades Selamat Sudiarjo (SS) Kecamatan Bermani Ulu, Sukardi yang sejak 2019 lalu masuk daftar pencarian orang (DPO).
Sukardi sebelumnya pada 22 Juli 2019 lalu ditetapkan tersangka oleh penyidik Kejaksaan Negeri Rejang Lebong atas dugaan penyelewengan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2017 lalu, kasus itu sendiri mulai digarap oleh penyidik Kejaksaan sejak akhir 2018 lalu, pasca ditetapkan tersangka yang bersangkutan berusaha kabur, dan pada September 2019, tersangka di masuk dalam DPO.

Kepala Kejaksaan Negeri Rejang Lebong, Conny Tonggo Masdelima mengatakan, tersangka Sukardi berhasil diamankan dikediamannya pada Selasa malam (24/3) sekira pukul 23.00 WIB setelah pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat.

"Tersangka kita amankan pada Selasa malam sekitar pukul 23.00 di kediamannya, dalam penangkapan kemarin tersangka ini tidak kooperatif, baru setelah diancam oleh petugas tersangka baru bisa diamankan," kata Conny didamping Kasi Intelejen, Richard Sembiring usai memeriksa tersangka, Rabu (25/3).

Dalam penangkapan yang turut di Back Up oleh pihak Kepolisian tersebut, dibeberkan Conny, petugas sempat memberikan tembakan peringatan, karena pada saat petugas menminta tersangka untuk mrnyerahkan diri, tersangka justru bersembunyi didalam rumahnya.

Selama dalam pelariannya, dibeberkan Conny, tersangka kabur ke wilayah Jambi, hanya saja dalam beberapa bulan terakhir tersangka kerap pulang kerumah.

"Selama 20 hari kedepan terhitung hari ini tersangka langsung dilakukan penahanan untuk kepentingan pemeriksaan lanjutan, tersangka sementara dititipkan ke Lapas Klas IIA Curup," imbuhnya.

Dalam kasus tersebut, ditambahkan Conny, total kerugian negara dari pengelolaan DD dan ADD tahun 2019 dari total anggaran Rp 1 miliar lebih mencapai ratusan juta rupiah.

"Kita akan melakukan pendalam dalam kasus ini, kemungkinan ada tersangka lainnya," pungkasnya. [ogi]


Komentar Pembaca
Senyum Prabowo Airlangga

Senyum Prabowo Airlangga

SELASA, 07 JULI 2020 , 08:15:00

Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

SABTU, 04 APRIL 2020 , 17:43:00

China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

SABTU, 04 APRIL 2020 , 07:39:00