Izin Produksi Emas PT TME Harus Dikaji Ulang

Daerah  KAMIS, 12 MARET 2020 , 03:03:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Izin Produksi Emas PT TME Harus Dikaji Ulang

Kapolda, Bupati, dan Ketua DPRD saksikan Penandatanganan MOU antara Masyarakat Dengan TME pada Agustus 2016 lalu.

RMOLBengkulu. Wakil Ketua (Waka) I DPRD Lebong, Teguh Raharjo Eko Purwoto (REP) mendesak Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bengkulu, meninjau ulang izin usaha pertambangan (IUP) operasi produksi emas PT Tansri Madjid Energi (TME) di Kabupaten Lebong.

Bukan tanpa alasan, menurutnya selama ini Pemkab Lebong sudah memfasilitasi PT TME dengan para penambang tradisional agar bisa memproduksi emas di daerah itu.

Salah satunya, melakukan nota kesepahaman antara PT TME dengan para penambang tradisional setempat. Hanya saja, kesepatan tersebut lalu lalang begitu saja.

"Benar, apa yang disampaikan Kadis ESDM yang memiliki izin hanya PT TME. Tapi, apa konsekuensi yang harus dilakukan pihak perusahaan? Padahal kami sudah memberi peluang pihak perusahaan untuk mengembangkan tahapan yang seharusnya dilakukan," ungkap Teguh, kemarin (11/3).

Dia menjelaskan, setelah nota kesepahaman antara penambang dan perusahaan digelar pada bulan Agustus tahun 2016 lalu disaksikan langsung Kapolda Bengkulu Brigjen Po Drs. M. Ghufron.

Pada kesempatan tersebut, pihak PT TME meminta agar diberi tenggang waktu untuk melaksanakan nota kesepahaman.

"Pihak perusahaan minta tenggang waktu 4 bulan. Namun, sampai diundur 1 tahun untuk melaksanakan tahapan produksi. Faktanya sampai hari ini nota kesepahaman itu tidak dilakukan oleh pihak PT TME," tegasnya.

Dia berharap, Dinas ESDM Provinsi Bengkulu meninjau ulang IUP operasi produksi emas PT TME. Sebab, kalau dibiarkan maka dikhawatirkan akan menimbulkan polemik.

"Atau legalkan aktifitas masyarakat penambang tradisional Lebong. Itu pendapat kami," ucapnya.

Lebih jauh, ia mengimbau kepada pihak yang memiliki kewenangan menerbitkan izin sekiranya kedepan untuk lebih teliti lagi dalam menilai perusahaan Bonafid. Itupun, agar masyarakat tidak berimbas negatif.

"Masyarakat itu awam. Kalau tidak dibimbing maka buta, dan kalau tidak digiring akan sesat," demikian Teguh.

Data terhimpun, sebagai informasi bahwa dalam nota kesepahaman antara masyarakat PT TME bertujuan untuk menyamakan visi dan misi antara TME, masyarakat dan Pemda kemudian TME akan bekerja sama dengan penambang lokal yang tergabung di dalam perwakilan. Sepanjang penambang lokal memenuhi kualifikasi uang telah ditetapkan oleh TME dan peraturan perundang-undangan.

Selain itu TME juga sanggup memberikan lapangan kerja untuk para penambang lokal sesuai dengan kemampuan TME.

Sedangkan ruang lingkup kerja sama yang telah disepakati adalah TME akan mengidentifikasi para penambang lokal untuk memisahkan antara penambang lokal dengan penambang pendatang. Setelah itu, akan dibentuk Koperasi sesuai dengan syarat ketentuan dan perundangan yang berlaku.

Kemudian setelah koperasi terbentuk koperasi tersebut akan mendapatkan ijin pertambangan dan akan membantu TME melakukan penambangan sepanjanh diperbolehkan menurut perundang-undangan dan kebijakan dari pejabat yang berwenang. [tmc]



Komentar Pembaca
Senyum Prabowo Airlangga

Senyum Prabowo Airlangga

SELASA, 07 JULI 2020 , 08:15:00

Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

SABTU, 04 APRIL 2020 , 17:43:00

China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

SABTU, 04 APRIL 2020 , 07:39:00