Suri Tauladan Budi Pekerti

Opini Jo  JUM'AT, 06 MARET 2020 , 07:36:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Suri Tauladan Budi Pekerti

Suri Tauladan Budi Pekerti

BERANEKA ragam perilaku masyarakat menghadapi ancaman musibah virus Corona yang telah menghebohkan umat manusia di planet bumi masa kini.

Perilaku
Ada yang ketimbang menanggulangi musibah malah lebih sibuk mencari kambing-hitam untuk disalah-salahkan, sebagai biang keladi yang bertanggung-jawab atas terjadinya musibah. Ada yang kreatif bikin meme-meme lucu-lucu yang pada hakikatnya kurang lucu akibat penyakit menular memang bukan sesuatu yang lucu .

Ada yang mendadak terserang virus panik maka ganas menyerbu department store demi memborong makanan-jadi mau pun bahan makanan untuk ditimbun akibat kuatir tidak tersedia lagi makanan akibat musibah virus Corona.

Masker
Ada yang panik memborong masker penutup mulut dan hidung agar punya stock cukup banyak untuk menangkal penyakit saluran pernafasan akibat virus Corona yang memang mudah menular itu.

Ada yang memanfaatkan suasana panik virus Corona sebagai alasan menimbun masker sebanyak mungkin untuk dilepas ke pasar dengan harga setinggi langit apabila sediaan masker sudah melangka.

Namun yang paling mengerikan adalah yang tega mengumpulkan masker bekas yang sudah dibuang ke tong sampah untuk kemudian didaur-ulang lalu dijual sebagai masker baru dengan harga semahal mungkin. Maka pemerintah Singapura tegas mengancam akan menangkap dan menghukum siapa pun yang menaikkan harga jual masker di masa kemelut virus Corona.

Jepang
Lain padang lain belalang maka lain masyarakat lain perilaku seperti perilaku masyarakat Jepang dalam menghadapi ancaman virus Corona.

Untuk ke sekian kali masyarakat Jepang membuktikan taraf peradaban mereka dalam menghadapi musibah bencana alam. Tanpa ancaman hukuman apa pun, para penjual masker di Jepang secara sukarela malah memasang papan promosi bukan menaikkan namun menurunkan alias mendiscount harga masker yang mereka jual.

Masyarakat Jepang justru melawan dalil kodrat ekonomi kapitalisme bahwa makin besar kebutuhan konsumen atas suatu produk maka produsen memiliki kesempatan emas untuk menaikkan harga jual produk yang dibutuhkan masyarakat.

Masyarakat Jepang menampilkan suri teladan budi-pekerti dengan mengutamakan nilai kemanusiaan jauh di depan nilai komersial. Baca Juga Kelirumologi Ulang Tahun Maka saya mohon izin untuk membungkukkan badan saya yang sudah mulai bungkuk akibat dimakan usia ini demi mengungkap rasa hormat saya kepada masyarakat Jepang sambil mengucapkan ARIGATOU GOZAIMASU! Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan serta pembelajar peradaban umat manusia. [JAYA SUPRANA]

Komentar Pembaca
Sugeng Tanggap Rasa, Pak Beethoven

Sugeng Tanggap Rasa, Pak Beethoven

SELASA, 12 JANUARI 2021

Menerawang Nasib Golput

Menerawang Nasib Golput

MINGGU, 03 JANUARI 2021

Jangan Sampai Corona Menertawakan Kita

Jangan Sampai Corona Menertawakan Kita

SENIN, 21 DESEMBER 2020

Rakyat Mau Kepung Istana Besok?

Rakyat Mau Kepung Istana Besok?

KAMIS, 17 DESEMBER 2020

Kita Dan HRS

Kita Dan HRS

SENIN, 14 DESEMBER 2020

Penembakan 6 Laskar FPI Mulai Terbongkar

Penembakan 6 Laskar FPI Mulai Terbongkar

JUM'AT, 11 DESEMBER 2020

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan
Saat-saat HRS Dipindahkan

Saat-saat HRS Dipindahkan

KAMIS, 14 JANUARI 2021 , 21:15:00

Ribka Tjiptaning: Tolak Vaksin Covid 19

Ribka Tjiptaning: Tolak Vaksin Covid 19

SELASA, 12 JANUARI 2021 , 20:50:00

Diduga Serpihan Pesawat Sriwijaya SJ182

Diduga Serpihan Pesawat Sriwijaya SJ182

SABTU, 09 JANUARI 2021 , 18:27:00

Peningkatan Pariwisata Jadi Usulan Prioritas

Peningkatan Pariwisata Jadi Usulan Prioritas

SENIN, 04 JANUARI 2021 , 18:21:00

Tidak Ingin Persatuan Hilang

Tidak Ingin Persatuan Hilang

MINGGU, 15 NOVEMBER 2020 , 07:51:00