Tolong Jangan Intervensi Pjs Kades Jelang Pilkada 2020

Daerah  SABTU, 29 FEBRUARI 2020 , 08:22:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Tolong Jangan Intervensi Pjs Kades Jelang Pilkada 2020

Wawan Fernandez/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Pada tahun 2020 ini, untuk Kabupaten Lebong tidak ada yang melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak di 15 Desa.

Sebab, Pemkab Lebong sebelumnya tidak menganggarkan Pilkades karena anggaran lebih banyak terserap di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 mendatang.

Bahkan, belasan jabatan itu bakal kosong dan diisi oleh Pejabat Sementara (Pjs) Kades yang berasal dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Lebong.

Pada kesempatan itu, Wabup Lebong, Wawan Fernandez, mengingatkan kepada seluruh Pjs Kades yang terpilih agar menjaga netralitas dan independensi jelang Pilkada 2020 mendatang.

"Saya himbau ke semua pihak untuk jangan coba-coba intervensi dalam menentukan calon Pjs. Sehingga, ada indikasi yang bisa menimbulkan pesimis di tengah masyarakat," kata dia, Jum'at (28/2) siang.

Dia memastikan, apabila ultimatum itu diabaikan, ia khawatir akan menimbulkan kegaduhan menjelang Pilkada 2020 mendatang. "Pjs terpilih harus bebas dari intervensi politik. Kalau tidak, kita khawatir nanti akan menimbulkan kegaduhan saat Pilkada," sambungnya.

Lebih lanjut, ia meminta supaya Pjs kades yang terpilih mampu mengetaskan kemiskinan di wilayahnya masing-masing.

"Saya berharap dengan terpilihnya Pjs kepala desa yang baru, tugas untuk mengurangi kemiskinan bahkan menghilangkannya mampu dilakukan. manfaatkanlah anggaran Dana Desa yang telah digelontorkan dengan membentuk BUMDes yang bisa mengelola beraneka usaha untuk meningkatkan ekonomi warga desa," ungkap Wawan.

Ketua Tim Pengentasan Kemiskinan Daerah (TPKD) Lebong ini menambahkan, selama ini program pengentasan kemiskinan tidak dijalankan serius. Bahkan, koordinasi antara tim TPKD dan TAPD tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Namun demikian, anak mantan Walikota Bengkulu ini menegaskan, jika upaya mengentaskan kemiskinan di suatu daerah bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah.

"Tetapi tanggung jawab kita bersama. Seluruh pihak. Mulai dari tingkatan desa sampai pemkab," ucap adik kandung politisi senior, Patrice Rio Capella ini kepada RMOLBengkulu.

Ia mengaku, membangun Lebomg dibutuhkan semangat kebersamaan. Karena hakekat arah tujuan pembangunan itu memerlukan sinergitas antar seluruh elemen.

"Pjs Kades terpilih harus fokus pada visi misi dan seiring dengan pemkab dalam pengentasan kemiskinan," demikian Wawan. [tmc]



Komentar Pembaca
H. Zahdi Taher, M.HI Jabat Kepala Kemenag Prov Bengkulu
Komplek Perkantoran Pemkab Kaur Jauh Dari Kata Bersih
Kebakaran Hebat Melanda Dua Toko

Kebakaran Hebat Melanda Dua Toko

SABTU, 29 AGUSTUS 2020 , 22:30:00