Pengamat: Aksi AMPB Justru Untungkan Helmi Hasan

Politik  SELASA, 25 FEBRUARI 2020 , 20:02:00 WIB | LAPORAN: AJI FAISAL

Pengamat: Aksi AMPB Justru Untungkan Helmi Hasan

Pengamat Politik UNIB, Mirza Yasben/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Pengamat politik sekaligus dosen administrasi negara Universitas Bengkulu, Mirza Yasben turut berkomentar terkait aksi yang dilakukan oleh massa yang menamakan diri sebagai Aliansi Masyarakat Peduli Bengkulu (AMPB) di Kejagung belum lama ini.

Dirinya menilai aksi tersebut itu sangat tidak pas apalagi ini menjelang Pilkada serentak. Menurutnya aksi yang dilancarkan justru menguntungkan bagi Helmi Hasan karena popularitas dan elektabilitasnya akan semakin meningkat.

"Saya rasa kita semua tahu kalau kasus Bansos itu sudah ditutup dan ada surat perintah penghentian penyidikan (SP3). Justru dengan adanya aksi semacam ini masyarakat akan semakin bersimpati kepada Helmi Hasan," ucapnya saat dibincangi RMOLBengkulu di Ruangan Kerjanya, Selasa (25/02).

Kendati demikian dirinya juga tidak mempermasalahkan apabila masyarakat ingin menyampaikan pendapat di muka umum selama masih sesuai dengan aturan. Namun dalam aksi tersebut dirinya menyoroti kenapa hanya nama Walikota Bengkulu, Helmi Hasan saja yang disebut dalam demo Aliansi Masyarakat Peduli Bengkulu (AMPB).

Padahal diketahui ada beberapa nama yang terlibat dalam kasus Bansos tersebut selain Helmi Hasan. Sebut saja mantan Wakil Walikota Bengkulu, Patriana Sosialinda, Mantan Walikota Bengkulu, Ahmad Kanedi, Mantan Ketua DPRD Kota, Sawaluddin Simbolon, Mantan anggota DPRD Kota Bengkulu, Irman Sawiran dan Sandy Bernando.
Nama-nama diatas juga menjadi tersangka kasus Bansos dan akhirnya menang dalam prapradilan.

"Dengan begini, saya berpandangan bahwa ada kepentingan-kepentingan lain dalam aksi ini yang kita tidak tahu. Kita juga tidak bisa menduga-duga, apakah ini ada kaitannya dengan lawan politik menjelang Pilgub," jelasnya.

Sementara itu kuasa hukum Helmi Hasan, Agustam Rachman dalam keterangan resminya menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan investasi untuk mengetahui oknum penanggung jawab dan yang mendanai aksi tersebut.

"Aksi-aksi seperti ini bentuk pembodohan terhadap masyarakat. Kami tidak menuduh aksi ini sebagai aksi bayaran, namun saat ini tim sedang melakukan investasi untuk mengetahui oknum dibalik layar terciptanya aksi ini," kata Agustam dalam keterangan resminya. [ogi]

Komentar Pembaca
Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

SABTU, 04 APRIL 2020 , 17:43:00

China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

SABTU, 04 APRIL 2020 , 07:39:00

Petugas Di Garda Terdepan Antisipasi Covid-19

Petugas Di Garda Terdepan Antisipasi Covid-19

KAMIS, 26 MARET 2020 , 17:46:00