Soal Rasionalisasi Anggaran Awal Tahun, Ini Jawaban Sekda

Daerah  JUM'AT, 07 FEBRUARI 2020 , 16:26:00 WIB | LAPORAN: RISNA JULIYANA HUTASOIT

Soal Rasionalisasi Anggaran Awal Tahun, Ini Jawaban Sekda

Sekda Mukomuko, Marjohan/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Rasionalisasi anggaran pada awal tahun 2020 yang saat ini dilakukan Pemerintah Kabupaten Mukomuko (Pemkab) menjadi sorotan publik. Terutama di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkungan Pemkab Mukomuko.

Itupun, lantaran APBD 2020 yang sudah disahkan anggota DPRD Mukomuko pada akhir tahun 2019 lalu belum terserap, namun sudah ada kebijakan rasionalisasi di lingkup Pemkab setempat.

Menanggapi itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mukomuko, Marjohan Husein angkat bicara. Menurutnya, rasionalisasi anggaran ini harus dilakukan lantaran untuk persiapan APBD Perubahan 2020.

"Tim Anggaran Pemerintah Daerah  (TAPD) setelah mempelajari keadaan yang ada, kemudian keuangan yang akan masuk ke Kasda sudah diperhitungkan dan sudah diketahui angkanya. Kalau kemarin itu cuma asumsi dan sekarang sudah real baik  DAU, DAK, DID ataupun dana bagi hasil sudah ada. Jadi Kita diawal tahun ini untuk mempersiapkan persiapan untuk APBD Perubahan," ungkap Sekda, Jum'at (7/2).

Menurutnya, rasionalisasi anggaran dilakukan ini agar Pemkab tidak mengalami defisit anggaran. Terlebih lagi, sebelumnya banyak kegiatan fisik mengalami tunda bayar. Sehingga, tahun ini harus dibayar.

"Hutang yang harus dibayar pemkab sekitar Rp 49 Miliar lebih. Tentunya kita menunggu hasil audit yang dilakukan oleh BPK dan saat ini sedang berjalan. Setelah selesai nanti itu akan ada potensi di hasil laporan hasil akhir BPK  mereka akan menyampaikan nanti bahwa Pemkab Mukomuko mempunyai hutang terhadap belanja modal sekian nanti jelas rinciannya," bebernya.

Sekda menambahkan, prosedurnya tetap melalui APBD Perubahan 2020 untuk membayar kegiatan tunda bayar tahun sebelumnya.

"Perlu dijelaskan bahwa ini bukan pemangkasan anggaran tapi ini rasionalisasi kita sesuaikan dengan pendapatan kita yang sudah kita ketahui bahwa awalnya kita pasang silpa hampir 60 Miliar kita bercermin dari beberapa tahun lalu. Ternyata bagitu hasil terakhir 31 Desember memasuki januari itu kita sudah tau silpa kita 9,5 miliar. Penyesuaian-penyesuaian itu tidak ada lagi, kita melihat bahwa celanya anggaran yang akan masuk ke Kasda itu yang kita sesuaikan dengan penyesuian silpa 60 miliar menjadi 9,5 miliar sehingga harus ada sekian miliar yang harus kita sesuaikan sehingga  masyarakat paham," tuturnya. [tmc]



Komentar Pembaca
Senyum Prabowo Airlangga

Senyum Prabowo Airlangga

SELASA, 07 JULI 2020 , 08:15:00

Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

SABTU, 04 APRIL 2020 , 17:43:00

China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

SABTU, 04 APRIL 2020 , 07:39:00