Satu Rumah Warga Tertimpa Material Longsor

Daerah  SENIN, 30 DESEMBER 2019 , 18:12:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Satu Rumah Warga Tertimpa Material Longsor

Longsor/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Bencana terus melanda wilayah Kabupaten Lebong. Baik itu bencana longsor maupun banjir yang terjadi di sejumlah titik di daerah itu.

Bencana longsor misalnya terjadi di Desa Tik Jeniak, Kecamatan Lebong Selatan, Senin (30/12). Tidak ada korban jiwa, namun satu rumah milik Sandi Saputra (30) nyaris ambruk karena tertimbun material longsor.

Benar saja, saat curah hujan sangat tinggi, tanah di sekitar tebing tersebut tidak mampu menahan gerusan air hujan secara terus-menerus hingga akhirnya longsor. Meski dalam keadaan kosong, warga dibantu tim BPBD, anggota Koramil dan Polsek setempat bergotong-royong membersihkan material longsor.

Selain itu, Bendungan (Dam) Sabo di Desa Bungin Kecamatan Bingin Kuning, dilaporkan jebol akibat curah hujan tinggi yang terjadi belakangan ini.

Akibatnya, ratusan hektare sawah milik masyarakat di desa setempat terancam tidak bisa turun tanam.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebong, Fakhrurrozi kepada RMOLBengkulu.

"Mengingat terbatasnya peralatan sapras di BPBD, kita juga telah menyurati pihak perusahaan setempat untuk menurukan alat berat membantu warga yang terdampak longsor dan ancaman banjir," ujarnya, Senin (30/12) sore.

Dia mengutarakan, penghuni rumah memang sengaja mengungsi karena tanah sekitar rumahnya yang rawan longsor. Tebing setinggi 10 meter tersebut dapat sewaktu-waktu longsor akibat kondisi tanah sekitar yang labil.

"Bantuan alat berat sudah diturunkan untuk sterilkan lokasi banjir dan longsor," jelasnya.

Ia juga meminta kepada warga yang tinggal di sekitar lahan rawan longsor agar waspada akan bahaya tanah longsor susulan yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

"Jika kondisi sudah sangat membahayakan, warga diminta untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman, seperti ke tempat saudara atau tetangga," ungkapnya.

Terpisah, Camat Pinang Belapis Herwantoni mengaku, curah hujan tinggi belakangan ini juga menyebabkan sekitar 50 meter jalan TMMD yang baru dibuka tahun 2019 ini tertimbun material longsor.

"Sudah terjadi dua hari ini. Tim kecamatan juga monitor sekaligus mengimbau warga melalui kades untuk gotong royong bersihkan material longsor," kata Toni sapaan akrabnya.

Menurut Toni, tumpukan tanah yang menutupi badan jalan dibersihkan dengan alat seadanya atau manual. Menurutnya, meski hanya dengan alat seadanya, namun pekerjaan membersihkan jalan tetap selesai, karena banyaknya warga yang membantu.

"Saya akan berusaha semaksimal mungkin, agar persatuan dan gotong royong akan tetap dibudayakan, karena itu merupakan budaya leluhur," demikian Toni. [tmc]





Komentar Pembaca
H. Zahdi Taher, M.HI Jabat Kepala Kemenag Prov Bengkulu
Komplek Perkantoran Pemkab Kaur Jauh Dari Kata Bersih
Kebakaran Hebat Melanda Dua Toko

Kebakaran Hebat Melanda Dua Toko

SABTU, 29 AGUSTUS 2020 , 22:30:00