Diduga Dikeroyok Kades Dkk, Pedagang Ini Lapor Polisi

Daerah  SELASA, 17 DESEMBER 2019 , 18:43:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Diduga Dikeroyok Kades Dkk, Pedagang Ini Lapor Polisi

Pelapor saat tiba di Mapolres, Selasa (17/12)/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Sebuah insiden dugaan pengeroyokan terjadi di Desa Manai Blau Kecamatan Lebong Selatan, Kabupaten Lebong, Senin (16/12) kemarin pukul 11.00 WIB.

Dugaan pengeroyokan yang dialami oleh seorang pedagang bernama Dianto Rama Putra (41) yang juga warga Manai Blau, usai berjualan di pasar tradisional desa setempat.

Bahkan, peristiwa itu telah dilaporkan ke Satreskrim Mapolres Lebong, Selasa (17/12) siang sekitar pukul 10.30 WIB.

Menurut Dianto selaku pelapor, peristiwa dugaan penganiayaan itu terjadi di Balai Desa Manai Blau, Kecamatan Lebong Selatan.

Awalnya ia dicegat petugas yang belum diketahui indentitasnya, dengan meminta biaya retribusi parkir senilai Rp 5.000. Pada kesempatan yang sama, pedagang itu protes lantaran petugas tidak bisa menunjukkan karcis parkir. Sehingga terjadinya cekcok mulut.

"Saya dan kakak saya menuju ke balai desa ingin menyelesaikan permasalahan tersebut. Tapi, saat menghadap kades tak lama kemudian kakak saya dipukul," ujar dia, Selasa (17/12).

Namun, korban bernasib apes lantaran dirinya mengaku menjadi korban pemukulan saat akan melerai perkelahian di balai desa tersebut.

Ia mengklaim dirinya dipukul dengan kayu dan batu yang telah dibungkus dengan baju. Sehingga, mengalami luka di bagian kepala dengan 6 jahitan.

"Awalnya ribut dengan petugas pasar tersebut yang meminta uang parkir, tetapi tidak ada karcisnya," sampainya.

Pelapor mengaku, dirinya memilih melaporkan kades setempat, yakni Armen Mahfudi dan dua orang lainnya kepada pihak penegak hukum untuk diproses sesuai dengan undang-undang berlaku.

"Agar masalah seperti ini cepat selesai supaya dirinya aman dan masalah tersebut tidak terulang lagi," tuturnya.

Sementara itu, Kapolres Lebong AKBP Ichsan Nur melalui Kasat Reskrim Polres Lebong, Iptu Andi Ahmad Bustanil membenarkan telah menerima laporan tersebut.

Menurutnya, antara pelapor dan terlapor telah diberikan solusi terbaik untuk penyelesaian tingkat desa. Namun, upaya damai kedua belah pihak berakhir buntu.

"Tidak ada penyelesaian, maka akan diselesaikan secara hukum," singkatnya.

Terpisah, Kades Manai Blau, Armen Mahfudi, mengaku tidak pernah melakukan perbuatan seperti yang disampaikan pihak pelapor.

"Awalnya mereka berkelahi di balai desa dengan perangkat desa. Kita lerai, tapi kita malah dituduh ikut pukul korban," terangnya.

Lebih jauh, ia mengaku untuk menjaga ketertiban desa, pihaknya juga turut melaporkan ke Mapolres Lebong. Sebab, petugas parkir salah satu perangkat desa yang saat itu sedang bertugas.

"Sama dia (perangkat, red) desa juga menjadi korban. Kita sudah laporkan juga. Yang jelas, saya tidak seperti yang dilaporkan. Kita hanya ingin melerai terkait keamanan desa," tuturnya. [tmc]

Komentar Pembaca
H. Zahdi Taher, M.HI Jabat Kepala Kemenag Prov Bengkulu
Komplek Perkantoran Pemkab Kaur Jauh Dari Kata Bersih
Kebakaran Hebat Melanda Dua Toko

Kebakaran Hebat Melanda Dua Toko

SABTU, 29 AGUSTUS 2020 , 22:30:00