APBD 2020, Defisit Rejang Lebong Paling Tinggi

Daerah  SABTU, 30 NOVEMBER 2019 , 20:15:00 WIB | LAPORAN: RIZKI MARDANI

APBD 2020, Defisit Rejang Lebong Paling Tinggi

Pengesahan APBD Rejang Lebong 2020 / RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. APBD Rejang Lebong tahun anggaran 2020 mengalami defisit sebesar Rp. 70 miliar lebih, angka tersebut paling tinggi dibanding defisit yang pernah di alami daerah itu.

"Diawal anggaran 2020 sampai dengan terakhir pembahasan kesepakatan bersama defisit kita mencapai Rp. 70 miliar lebih, itu defisit tertinggi yang pernah kita rasakan," kata Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD Rejang Lebong, Wahono usai rapat paripurna pengesahan RAPBD 2020, Sabtu (30/11).

Dalam RAPBD Rejang Lebong tahun 2020, pendapatan daerah berada diangka Rp. 1.153.000.000.000 sedangkan belanja daerah mencapai Rp. 1.224.000.000.000 sehingga anggaran Rejang Lebong mengalami defisit sebesar Rp. 70.661.000.000.
Dia mengatakan, angka maksimal desifit suatu daerah yang diperkenankan hanya sebesar 3,75 persen dari perkiraan penerimaan daerah.

"Sebenarnya yang diperkenankan desifit sebesar 3,75 persen, jika penerimaan daerah sebesar Rp. 1,153 triliun, maka maka yang diperkenankan hanya Rp. 43,250.000.000," sampainya.

Namun menurutnya, Banggar dan TAPD berkeyakinan angka defisit tersebut akan tertutupi dengan penghematan belanja ditahun 2019 serta juga kemungkinan ada penambahan pendapatan di tahun 2019.

"Dengan demikian setelah Rp. 70 miliar kita anggarakan pada pembiayaan Netto, maka defisit real saat ini adalah Rp. 0,-," sampai Wahono saat menyampaikan laporan RAPBD Rejang Lebong tahun 2020.

Sementara itu, Ketua DPRD Rejang Lebong  Mahdi Husein menambahakan, defisit itu merupakan sebuah resiko yang harus diambil demi memenuhi kebutuhan masyarakat luas.

"Tinggal lagi bagaimana kedepan kita mendongkrak PAD, mungkin dengan defisit inilah kita bisa mendongkrak PAD kita kedepan," ujarnya.

Disisi lain, Sekretaris Daerah Rejang Lebong, R.A Denni mengungkapkan jika defisit yang dialami Pemkab Rejang Lebong nol rupiah sesuai laporan Ketua Banggar dalam rapat paripurna, meski pihak Dewan menggangap defisit yang terjadi diangka Rp. 70 miliar lebih.

"Dari defisit Rp. 70 miliar itu kan sudah tertutupi dengan ini dan sebagainya, sehingga defisit kita nol, kan itu laporan terakhir beliau, ada bantuan dari pajak provinsi sekian, pengurngan belanja dan sebagainya sehingga defisit nol," terangnya.

Dengan defisit tersebut menurut dia akan menjadi motivasi untuk terus menggenjot sumber-sumber pendapatan yang ada, baik itu bantuan pajak provinsi maupun pajak dan retribusi didaerah itu.

Berdasarkan penatauan, dalam rapat paripurna yang berlangsung hingga sire hari tersebut dihadiri oleh 28 dari 30 anggota DPRD Rejang Lebong, dalam rapat tersebut disepakati RAPBD Rejang Lebong tahun 2020 disahkan menjadi APBD Rejang Lebong 2020. [tmc]

Komentar Pembaca
Senyum Prabowo Airlangga

Senyum Prabowo Airlangga

SELASA, 07 JULI 2020 , 08:15:00

Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

SABTU, 04 APRIL 2020 , 17:43:00

China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

SABTU, 04 APRIL 2020 , 07:39:00