Selewengkan DD Dan ADD 2017, Mantan Kades Air Mundu Jadi Tersangka

Hukum  RABU, 27 NOVEMBER 2019 , 19:16:00 WIB | LAPORAN: RIZKI MARDANI

Selewengkan DD Dan ADD 2017, Mantan Kades Air Mundu Jadi Tersangka

Konferensi pers Tipikor Polres RL/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Penyidik tindak pidana korupsi (Tipikor) Polres Rejang Lebong resmi menetapkan mantan Kepala Desa (Kades) Air Mundu Kecamatan Bermani Ulu, berinisial ET (37) sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyelewengan DD dan ADD tahun 2017.

Kapolres Rejang Lebong, AKBP Jeki Rahmat Mustika melalui Kasat Reskrim, AKP. Andi Kadesma didampingi Kanit Tipikor, Ipda Julius mengatakan, ET resmi ditetapkan tersangka sejak 31 Oktober 2019 lalu, tersangka sendiri mulai dilakukan penahanan sejak 7 November 2019 kemarin.

"Telah ditetapkan sebagai seorang tersangka berinisial ET yang merupakan mantan Kades Air Mundu atas pengelolaan DD dan ADD tahun anggaran 2017," kata AKP. Andi Kadesma saat menggelar konferensi pers di aula Gedung Wira Pratama Polres Rejang Lebong, Rabu (27/11).

Proses penyelidikan kasus tersebut menurut dia telah dimulai sejak delapan bulan lalu, dalam perjalanannya, pihaknya dibantu pihak Inspektorat Daerah Pemkab Rejang Lebong melakukan audit investigasi terhadap dugaan penyelewengan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2019.

Hasil dari audit tersebut didapatkan bahwa dalam kegiatan yang menggunakan DD dan ADD tersebut timbul kerugian negara sebesar Rp. 300.322.354.42,-, kerugian itu timbul dari sejumlah kegiatan.

Adapun rincian kegiatan yang menyebabkan timbulnya kerugian negara meliputi, Mark Up harga sewa alat berat dan mobilisasi Rp. 8.460.000, kemudian pekerjaan fisik yang tidak sesuai RAB sebesar Rp. 231.842.048.42, Mark Up pembayaran belanja atas pembangunan fisik sebesar Rp. 45.254.000 dan pajak yang belum disetorkan ke kas negara sebesar Rp. 14.766.306.

"Total APBDes baik dari DD dan ADD tahun 2017 yang dikelola desa itu sebesar Rp.1.127.658.200, dengan rincian ADD sebesar Rp. 380.665.000 dan DD sebesar Rp. 746.993.200," bebernya.

Sementara, untuk kegiatan fisik yang menimbulkan kerugian negara itu diantaranya pembangunan jembatan beton, pembangunan jalan rabat beton, pembangunan plat deker, pembangunan Pam Simas pembangunan jalan Lapen dan beberapa kegiatan lainnya.

Ditambahkan AKP. Andi Kadesma, tersangka diduga telah menyalahgunakan kewenangannya sebagai Kades, dimana tersangka memegang kekuasaan pengelolaan keuangan desa dengan mengambil alih tugas pencairan tanpa melalui PTPKD serta memalsukan dokumen untuk laporan pertanggung jawaban keuangan.

"Kita masih melakukan pengembangan, kasus ini belum final jadi tidak menutup kemungkinan ada tersangka lainnya," pungkasnya. [tmc]

Komentar Pembaca
H. Zahdi Taher, M.HI Jabat Kepala Kemenag Prov Bengkulu
Komplek Perkantoran Pemkab Kaur Jauh Dari Kata Bersih
Kebakaran Hebat Melanda Dua Toko

Kebakaran Hebat Melanda Dua Toko

SABTU, 29 AGUSTUS 2020 , 22:30:00