Bupati Dan Wabup Tidak Lagi Harmonis?

Daerah  KAMIS, 21 NOVEMBER 2019 , 07:22:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Bupati Dan Wabup Tidak Lagi Harmonis?

Tampak baleho pemkab Lebong tanpa foto wakil bupati/Ist

RMOLBengkulu. Pemerintahan Kabupaten Lebong sejak dibawah kepemimpinan Rosjonsyah sebagai Bupati terindikasi adanya ketidak harmonis dengan Wakil Bupati, Wawan Fernandez.

Salah satu tokoh Pemuda Lebong Deston Nusantara mengungkapkan, aroma tak harmonisnya hubungan Bupati dan Wakil Bupati ini sudah sejak lama. Sejak usai terpilih, hingga saat ini. Ia sangat menyayangkan adanya ketidakharmonisan hubungan Bupati dan Wakil Bupati.

"Memang sudah lama terindikasi kurang harmonis. Sayang (Wabup, red) kurang cekatan. Apabila dia menjalankan tugas dan fungsinya sebagai wabup, mungkin kadis beserta jajaran akan segan. Apalagi sekarang dinas lebih tunduk kepada bupati bukan wabup," ujarnya, kemarin (20/11).

Bukan tanpa dasar, kata Deston, salah satu bukti ketidakharmonisan Bupati dan Wakil Bupati, seperti di Baleho tidak ada foto Wakil Bupatinya. Yang ada hanya foto Bupati dan foto sekda.

Belum lagi dalam hal pembagian tugas. Wakil Bupati seolah tidak diberikan tugas dan tanggungjawabnya oleh Bupati. "Coba lihat kejadian paripurna belum lama ini, keduanya tidak hadir. Itu bukti bahwa komunikasi keduanya tidak berjalan," sambungnya.

Masih kata Deston, ia menilai sikap ingin menjalankan diri sendiri bukan lah politikus sekaligus seorang pemimpin yang patut dicontoh. Sekalipun kondisi tersebut bukti kapabilitas seseorang dalam memimpin.

"Pada masa kepemimpinan mereka berdua akan segera berakhir. Seharusnya dari awal dia (Wabup, red) menunjukan taringnya dalam menjalankan fungsing pengawasan di OPD lingkup Pemkab Lebong," sambung Deston.

Dia mengajak keduanya belajar dari Bupati dan Wakil Kabupaten Bengkulu Utara. Walaupun, keduanya berbeda bendera partai. Namun, keduanya tetap profesional dalam menjalankan roda pemerintahan tanpa harus membuat desain baleho tidak ada foto Wakil Bupatinya.

"Kalau saya secara pribadi, tidak ada yang harus dibetuli. Kita tidak bisa memaksakan hubungan baik mereka. Saya menilai keduanya tidak mengerti fungsi masing-masing. Hingga mengabaikan pentingnya pemimpin yang bersinergi," demikian Deston. [tmc]



Komentar Pembaca
H. Zahdi Taher, M.HI Jabat Kepala Kemenag Prov Bengkulu
Komplek Perkantoran Pemkab Kaur Jauh Dari Kata Bersih
Kebakaran Hebat Melanda Dua Toko

Kebakaran Hebat Melanda Dua Toko

SABTU, 29 AGUSTUS 2020 , 22:30:00