Pembukaan Diklat Paskibraka, Tanpa Dihadiri Pejabat Pemkab

Daerah  MINGGU, 04 AGUSTUS 2019 , 18:53:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Pembukaan Diklat Paskibraka, Tanpa Dihadiri Pejabat Pemkab

Kapten Inf Yon Anison Ramana saat memotong pita/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Tradisi tantingan dilakukan sebelum Diklat Paskibraka Kabupaten Lebong bagi calon anggota pasukan pengibar bendera pusaka 17 Agustus 2019.

Upacara digelar, Minggu (4/8) di salah satu hotel yang terletak di Kampung Muara Aman Kecamatan Lebong Utara, Kabupaten Lebong.

Ironisnya, upacara tantingan yang merupakan ajang tahunan itu tanpa dihadiri satu pun pejabat Pemerintah Daerah setempat, termasuk perwakilan dari Dinas Pariwisata dan Pemuda Olahraga (Parpora) Lebong selaku dinas menaungi kegiatan tersebut.

Ketidakhadiran pejabat ini juga terjadi saat Perwira Penghubung Kodim 0409 Rejang Lebong Kapten Inf Yon Anison Ramana mengambil ahli sebagai pembina upacara, didampingi pengurus PPI Lebong beserta peserta.

Ia membuka sekaligus memotong pita sebagai simbol kesiapan menjalani proses karantina dari tanggal 4 hingga 18 Agustus 2019 di wilayah Kabupaten Lebong.

Ketua Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Lebong Doni Adriansyah mengatakan, calon anggota Paskibraka yang mengikuti mengikuti upacara tantingan tersebut berjumlah 38 peserta yang terdiri 19 peserta putra dan 19 peserta Putri.

"Kami berharap adek-adek nantinya tidak hanya sukses mengibarkan dan menurunkan sang merah putih saja. Tapi, juga mampu menjadi pribadi yang berkarakter dan profesional sebagai generasi penerus Lebong," katanya kepada RMOLBengkulu.

Sementara itu, Pembina Upacara Kapten Inf Yon Anison Ramana menyampaikan ucapan terima kasih kepada panita, pelatih, dan pembina yang telah membantu dalam mempersiapkan calon anggota paskibraka tahun 2019.

"Saya hanya mendampingi, karena seharusnya yang membuka Diklat minimal kadis Parpora Lebong. Tapi, dikarenakan kadis masih ada kerjaan di luar dan tidak ada perwakilannya, maka saya ambil ahli terlebih dahulu," jelasnya.

Lebih ia juga meminta maaf karena mengambil ahli kegiatan tersebut. Sedianya, kata Yon, masih ada yang lebih berkompeten membuka acara tersebut.

"Tidak mungkin adanya Kabupaten Lebong jika Indonesia tidak merdeka. Untuk itu sekali lagi jangan anggap sepeleh kegiatan 17-an," tegas Pabung.

"Ini menjadi catatan kita bersama. Bayangkan orang-orang dulu rela korbankan nyawa hingga harta. Masa, kita saja yang tinggal mengisinya saja tidak bisa. Padahal, ini kegiatannya permanen tiap tahun," tutupnya. [tmc]



Komentar Pembaca
Senyum Prabowo Airlangga

Senyum Prabowo Airlangga

SELASA, 07 JULI 2020 , 08:15:00

Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

SABTU, 04 APRIL 2020 , 17:43:00

China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

SABTU, 04 APRIL 2020 , 07:39:00