Wawan: Jangan Asal Bangun

Daerah  JUM'AT, 12 JULI 2019 , 08:00:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Wawan: Jangan Asal Bangun

Wawan Fernandez/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Wakil Bupati (Wabup) Lebong, Wawan Fernandez mengharapkan pelaksanan proyek infrastruktur di Kabupaten Lebong benar-benar untuk kepentingan warga.

Menurutnya, banyak bangunan - bangunan fisik yang telah dibangun akhirnya dibiarkan lalu lalang begitu saja. Bahkan, tidak sesuai peruntukkan awal perencanaan.

"Saya melihat banyak pembangunan infrastruktur yang kurang serius dilaksanakan. Ini bahaya," tegas orang nomor dua di Lebong ini.

Dengan demikian, lanjutnya, apabila program yang dilaksanakan hanya suka sama suka alias asal bapak senang (abs) tanpa dikaji lintas sektor maka pembangunannya dianggap sia-sia. Bahkan, akan menambah asumsi defisit tiap tahun.

Dia mencontohkan, seperti dua bangunan Pasar Rakyat senilai Rp 5,4 Miliar yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran (TA) 2018 dan senilai Rp 5,7 Miliar yang bersumber dari APBN TA 2017.

Menurutnya, dua pembangunan itu tidak memberi dampak signifikan kepada daerah maupun para pedagang. Sedianya, hingga saat ini belum diserahterimakan kepada Pemkab yang mengakibatkan belum bisa penarikan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Pengelolaannya kalau disusun dengan baik pasti banyak pedagang yang senang menempatinya," jelasnya.

Begitu juga dengan Pembangunan Lebong Command Center (LCC) dinilai mubasir lantaran tidak terlalu berpengaruh atau tidak terlalu urgent bagi masyarakat.

Sebab, melihat kondisi Lebong seperti sekarang ini pengadaan yang menguras APBD hingga miliaran itu tidak terlalu berpengaruh menurunkan atau minimalisir angka kriminalitas.

Disisi lain, CCTV yang terpasang tidak  maksimal dalam mengawasi angka kriminalitas di wilayah Lebong. Baginya, pembangunan SDM dan perekonomian warga yang harus dikedepankan.

"Sama halnya dengan program Smart City tidak terurus dengan baik dan tidak jelas indikator akan merubah pendidikan, perkembangan remaja dan masyarakat Lebong," tegasnya.

Ketua Tim Pengentasan Kemiskinan Daerah (TPKD) Lebong ini menambahkan, koordinasi antara tim TPKD dan TAPD selama ini tidak berjalan sebagaimana mestinya.

"Jangankan program, hasil raker dan rakor TPKD saja tidak dihiraukan. Masalah infrastruktur jalan saya pikir memang penting, tetapi masyarakat lebong dalam pengembangan potensial ekonomi tidak boleh diabaikan. Karena ini menyangkut soal PDB daerah," lanjutnya.

Oleh sebab itu, kata Wawan, setiap kebijakan atau program yang dituangkan dalam struktur APBD Lebong tidak pernah diketahuinya.

"Kita pada prinsipnya mendukung setiap program. Tapi harus dievaluasi dulu, apa manfaat dari program itu. Saya rasa sejauh ini, program itu tidak terlalu penting," demikian Wawan. [tmc]



                   



Komentar Pembaca
Senyum Prabowo Airlangga

Senyum Prabowo Airlangga

SELASA, 07 JULI 2020 , 08:15:00

Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

SABTU, 04 APRIL 2020 , 17:43:00

China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

SABTU, 04 APRIL 2020 , 07:39:00