Point Penting Pasca Rapat Evaluasi Bencana Banjir Dan Tanah Longsor

Nusantara  RABU, 29 MEI 2019 , 12:45:00 WIB | LAPORAN: TRI YULIANTI IMRAN

Point Penting Pasca Rapat Evaluasi Bencana Banjir Dan Tanah Longsor
RMOLBengkulu. Ada beberapa point yang menjadi catatan bagi seluruh kepala daerah se-Provinsi Bengkulu terkait pasca bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi Provinsi Bengkulu beberapa waktu lalu

Disampaikan oleh Gubernur Bengkulu saat rapat evaluasi agar data tersebut tidak tercecer  dan data tersebut tidak rusak.  Kemudian kita memastikan adanya forum Das terpadu yang akan kita buat sekretariat khusus untuk melakukan upaya gerakan  perbaikan pengelolaan das yang ada di Bengkulu

  " Terutama untuk 4 Das utama. Pertama ada Das Ketahun, Bengkulu,  Manna dan Padang Guci. Sekali lagi, mungkin bentuk kegiatan ini bisa disepakati terkait penanaman pohon massal dan gerakan penanaman pohon kemudian ada teknis pembangunan Dam dan sebagainya termasuk pelapis tebing  juga program vegetatif untuk tanaman dan sebagainya ," kata Rohidin Mersyah belum lama ini Kepada RMOL Bengkulu

Kemudian,  penanganan  kesiap siagaan  dalam bentuk simulasi  pelatihan  dan pembentukan satgas bencana pada tingkat desa dan yang paling penting kita menyiapkan peralatan-peralatan yang mudah di mobilisasi, simulasi, advokasi,  kemudian penjelasan-penjelasan tentang kebencanaan akan dilakukan secara masif,  tidak hanya bencana banjir dan longsor tapi juga gempa bumi dan tsunami.

"Ada beberapa  usulan strategis yang diusulkan, yang pertama terkait relokasi jalan nasional di padang palung Kabupaten Seluma,  relokasi desa genting di Kabupaten Benteng  kemudian pengelolaan PLTA musi terkait SOP buka tutup.  Kemudian dengan daya tampung Dam termasuk saluran-saluran pengeluaran ," sambungnya

Terkait ketersediaan air bersih,  Pam regional Obema ini harus ada tindak lanjut dan yang tidak kalah pentingnya  muatan jalur evakuasi alternatif jalan  nasional yang menghubungkan antara Bengkulu Tengah dengan Kepahiang di daerah karang tinggi sampai ujan mas

"Yang paling penting adalah penanganan pasca banjir yang pengalokasian program terkait normalisasi sungai Bengkulu terkait usulan Walikota untuk pembangunan Dam , pembebasan lahan melalui kementeria sosial,  normalisasi daerah ilir yang  pendangkalannya tinggi sekali dan yanh terakhir meminta kepada perguruan tinggi untuk melakukan evaluasi kinerja  lingkungan terutama perusahaan perkebunan dan pertambangan," tutup Rohidin.

Kendati demikian,  hal ini tidak bermaksud ingin menghakimi salah satu pihak tapi kita betul-betul mencari solusi yang produktif bahwa sekali lagi kolaborasi antara investasi dengan kinerja lingkungan akan berdampak positif  jika dilakukan secara bersama-sama. [ogi]

Komentar Pembaca
H. Zahdi Taher, M.HI Jabat Kepala Kemenag Prov Bengkulu
Komplek Perkantoran Pemkab Kaur Jauh Dari Kata Bersih
Kebakaran Hebat Melanda Dua Toko

Kebakaran Hebat Melanda Dua Toko

SABTU, 29 AGUSTUS 2020 , 22:30:00