Para Raja, Ratu, Sultan, dan Pemangku Adat se-Nusantara Kumpul Bahas UU Desa

Daerah  SABTU, 31 MARET 2018 , 18:03:00 WIB | LAPORAN: IRMAN DINATA

Para Raja, Ratu, Sultan, dan Pemangku Adat se-Nusantara Kumpul Bahas UU Desa

RMOL Bengkulu

RMOL. Meskipun saat ini Indonesia telah memiliki Undang-undang desa, yakni Undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang desa, namun Undang-undang tersebut dinilai belum memahami tentang permasalahan di desa yang terjadi saat ini.

"Ada kegelisahan kita terhadap kondisi desa saat ini, sebenarnya ada potensi baik di Indonesia ini, memang saat ini ada Undang-undang desa nomor 6/2014 namun kita inginkan undang-undang itu lebih dalam lagi, bahwa pemberdayaan desa itu lebih pada bentuk memahami apa yang terjadi desa, bukan soal anggaran," tegas Ketua Asosiasi Kerajaan dan Keraton se-Indonesia (AKKI) Shri Lalu Gede Parma mengatakan, saat menghadiri kegiatan Sambung Rasa Nasional, para Raja, Ratu, Sultan, dan Pemangku Adat se-nusantara, yang di gelar di gedung Diklat, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, Sabtu (31/3)

Menurut dia, desa harus dilihat sebagai tulang punggung atau soko guru bagi penguatan nilai-nilai tradisional, nilai-nilai masyarakat yang bekerja didalam masyarakat yang memiliki nilai keluhuran, memiliki filosofi, bukan hanya dilihat sebagai project.

Guna mewujudkan hal tersebut, di terangkan dia, harus ada skenario bersama agar cita-cita keluhuran itu dapat dibangkitkan kembali.

"Kita membutuhkan skenario, 71 tahun Indonesia ini kok begini jadinya, kok hutang besar sekali, kekayaan negara dikuasai pihak-pihak tertentu, kok idola kita orang lain, kita sibuk berkelahi antar sesama, korupsi semakin banyak kok bisa begini, karena apa karena kita tidak punya skenario moral," ujarnya

Melalui kegiatan sambung rasa yang dihadiri pula oleh pemangku kebijakan, mulai dari DPD RI, DPR RI dan Kementrian Dalam Negeri itu dia berharap nantinya lahirnya Peraturan Presiden tentang Undang-undang desa, kemudian adanya naskah akademik tentang Undang-undang adat serta adanya skenario Indonesia masa depan.

Hal senada juga di ungkapkan Plt Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah yang turut hadir, menurutnya jika kemurnian desa dapat dipertahankan maka persoalan bangsa dapat diselesaikan.

"1.341 desa yang tersebar di 128 kecamatan di 9 Kabupaten 1 Kota di Provinsi Bengkulu, kalau potensi desa, kalau adat budaya desa, kalau kemurnian desa dapat benar-benar dipertahankan dengan baik maka persoalan kebangsaan dapat diselesaikan," kata Rohidin dalam saat membuka kegiatan tersebut.

Dengan adanya kegiatan samabung rasa nasional yang digelar di Bumei Pat Petulai yang dihadiri oleh sebanyak 26 raja, ratu dan sultan se Indonesia itu dia berharap bisa menjadi titik nol kembali kebangkitan nasional. [nat/ard]




Komentar Pembaca
Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

SABTU, 04 APRIL 2020 , 17:43:00

China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

SABTU, 04 APRIL 2020 , 07:39:00

Petugas Di Garda Terdepan Antisipasi Covid-19

Petugas Di Garda Terdepan Antisipasi Covid-19

KAMIS, 26 MARET 2020 , 17:46:00