Gizi Buruk di Rejang Lebong Turun 6 Kasus

Daerah  MINGGU, 25 FEBRUARI 2018 , 11:34:00 WIB | LAPORAN: IRMAN DINATA

Gizi Buruk di Rejang Lebong Turun 6 Kasus

Tini Rahayu/ RMOL Bengkuli

RMOL. Berdasarkan hasil lokakarya Cahaya Perempuan, Women Crisis Centre (WCC) Bengkulu, angka Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu melahirkan di Kabupaten Rejang Lebong (RL) pada tahun 2017 mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.

Dari hasil lokakarya tersebut didapatkan, pada tahun 2017 angka ibu KEK melonjak tajam, dari angka 116 kasus pada tahun 2016, naik menjadi 364 kasus pada tahun 2017.

"SPM ini merupakan Standar Pelayanan Minimun bidang kesehatan Permenkes nomor 43 tahun 2016, Cahaya Perempuan buat lokakaryanya untuk mengenalkan SPM itu, ini loh target yang harus dicapai, salah satunya penekanan angka ibu KEK," kata Koordinatior program WCC Bengkulu Tini Rahayu, kepada RMOL Bengkulu, saat berada di Rejang Lebong, Sabtu (24/2/2018)

Berdasarkan amanat SPM Permenkes tersebut, disebutkan bahwa jika capaian-capain kesehatan tidak terwujud, dia menyampaikan kepala daerah bisa diganti.

"Bagaimana caranya untuk bisa mewujudkan capaian tersebut, yakni dengan membentuk Satgas percepatan SPM," imbuhnya

Salah satu penyebab terjadinya KEK pada ibu melahirkan, Tini menyebutkan yakni terjadinya infeksi waktu masa kehamilan dan asupan gizi yang kurang bagi ibu hamil.

Sementara itu dari hasil lokakarya SPM itu pula didapatkan, Angka Kematian Bayi (AKB) di Rejang Lebong Sendiri mengalami peningkatan, pada tahun 2016 sebanyak 34 kasus sedangkan 2017 menjadi 35 kasus, sedangkan Angka Kematian Ibu (AKI) sendiri, dari 5 kasus tahun 2016, turun menjadi 4 kasus pada tahun 2014.

"Dari capaian Nasional Rejang Lebong bagus, karena dari 100 ribu minimal 70 yang meninggal dalam kelahiran, ini harus dijaga karena meskipun naik 1 itu nyawa manusia loh, karena bagi kami terjadinya AKI maupun AKB itu kekerasan terhadap perempuan," tegasnya.

dia menyampaikan untuk menekan angka-angka kematian terhadap ibu dan anak Pemerintah Daerah harus bekerja secara maksimal mengurangi angka kematian tersebut melalui kebijakan yang didukungan anggaran.

Dari hasil lokakarya itupula, diketahui angka kasus Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) Rejang Lebong mengalami peningkatan, pada tahun 2016 sebanyak 131 kasus dan tahun 2017 meningkat menjadi 147 kasus, gizi buruk tahun 2016 sebanyaj 15 kasus di tahun 2017 turun 6 kasus menjadi 9 kasus.

Sedangkan angka kemiskinan di kabupaten Rejang Lebong sendiri selama kurun waktu tiga tahun terakhir menjadi turun,  tahun 2015 angkanya mencapai 46.040 jiwa (18.03%), tahun 2016 menjadi 45.790 jiwa (17.81%) dan tahun 2017 angka kemiskinan menjadi 43.850 jiwa (16,97%). [nat/ard]


Komentar Pembaca
Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

SABTU, 04 APRIL 2020 , 17:43:00

China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

SABTU, 04 APRIL 2020 , 07:39:00

Petugas Di Garda Terdepan Antisipasi Covid-19

Petugas Di Garda Terdepan Antisipasi Covid-19

KAMIS, 26 MARET 2020 , 17:46:00