3.500 Bidang Eks HGU di Rejang Lebong Bakal Diredistribusi

Daerah  RABU, 21 FEBRUARI 2018 , 20:52:00 WIB | LAPORAN: IRMAN DINATA

3.500 Bidang Eks HGU di Rejang Lebong Bakal Diredistribusi

Pronoto/ RMOL Bengkulu

RMOL. Dikabupaten Rejang Lebong (RL) terdapat sebanyak 3.500 bidang/ persil lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) yang akan di redistribusi atau lepaskan kepada masyarakat melalui program reforma agraria.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Sekretariat Daerah Kabupaten Rejang Lebong, Pranoto mengatakan, 3.500 bidang tanah tersebut merupakan eks HGU PT. Bumi Mega Sentosa (BMS) yang terdapat di tiga Kecamatan.

"Ada 3.500 bidang lahan tanah eks HGU PT. BMS yang kita upayakan diredistribusi melalui program reforma agraria, lahan tersebut berada di Kecamatan Padang Ulak Tanding, Kecamatan Kota Padang dan di Kecamatan Sindang Beliti Ulu," ujar Pronoto usai rapat pembahasan tim reforma agraria bersama pihak BPN Bengkulu dan perwakilan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Rabu (21/2/2018).

Menurut dia, provinsi Bengkulu tahun 2018 ini mendapatkan jatah 10.000 persil sertifikat program reforma agraria yang diberikan Pemerintah Pusat, untuk itu pihaknya menargetkan 5.000 persil diantaranya dapat dialihkan ke Rejang Lebong.

Sementara itu, terkait rapat pembahasan yang digelar diruang Sekda Kabupaten Rejang Lebong sendiri, dijelaskan dia yakni membahas terkait tim reforma agraria 2018 serta menyinkronkan visi dan misi dengan tim yang dibentuk Pemerintah pusat, yang saat ini dipusat tim tersebut telah berganti nama.

"Pada tahun sebelumnya yakni tim reforma agraria, tahun ini sudah berubah menjadi gugus tugas I, II dan III, isinya sebenarnya itu juga, namun gugus tugas ini tugasnya lebih spesifik," imbuhnya.

Disisi lain Kabid Penataan Pertanahan Kanwil BPN/ATR Bengkulu Amir Sofwan yang turut hadir mengyampaikan, redistribusi eks HGU itu melalui program reforma agraria itu bertujuan agar lahan yang selama ini terbangkalai dapat dikelola agar kembali produktif, redistribusi sendiri diberikan kepada warga yang menggarapnya.

"Program reforma agraria ini dilakukan pihaknya secara selektif dan sesuai prosedur, karena tidak semua daerah memiliki eks lokasi hak guna usaha (HGU), tetapi ada kawasan hutan maka akan diurus sesuai prosedur pelepasannya, begitu juga pengurusan pada tanah," demikian Amir. [nat/ard]




Komentar Pembaca
Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

SABTU, 04 APRIL 2020 , 17:43:00

China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

SABTU, 04 APRIL 2020 , 07:39:00

Petugas Di Garda Terdepan Antisipasi Covid-19

Petugas Di Garda Terdepan Antisipasi Covid-19

KAMIS, 26 MARET 2020 , 17:46:00