Jadi Sorotan Dewan, APBD Rejang Lebong Baru Terserap 75 Persen

Daerah  KAMIS, 28 DESEMBER 2017 , 18:13:00 WIB | LAPORAN: IRMAN DINATA

Jadi Sorotan Dewan, APBD Rejang Lebong Baru Terserap 75 Persen

Net

RMOL. Hingga akhir Desember 2017 ini, realisasi penyerapan APBD Rejang Lebong, hingga Desember 2017 ini, baru mencapai 75,66 persen pagu sebesar Rp 1.068.424.779.767.57, sementara sisa batas waktu penyerapan APBD tinggal menghitung hari.

Kabid Perbendaharaan Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah Rejang Lebong Tri Fadillah saat dikonfirmasi RMOL Bengkulu mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan perekapan penyerapan APBD masing-maaing OPD.

"Terhitung hingga 27 Desember kemarin, reliasiasi penyerapan APBD tahun 2017 baru mencapai 75,66 persen dari pagu Rp. 1,068 Triliun, hingga saat ini kita masih melakukan perekapan," sampai Tri Fadillah Kamis (28/12/2017).

Dijelaskan dia, total pagu APBD Rejang Lbong itu terdiri dari belanja langsung dan tidak langsung, dengan rincian belanja langsung Rp. 487,5 milliar dan belanja tidak langsung sebesar Rp. 580,9 milliar.

Terkait masih belum maksimalnya penyerapan APBD 2017 itu mendapat sorotan dari Wakil Ketua II DPRD Rejang Lebong Surya, pihaknya menyayangkan kondisi tersebut, terlebih pada APBD Perubahan ada sejumlah kegiatan yang tidak terlaksana.

"Kami sangat menyayangkan kenapa tidak terserap maksimal, atau memuaskanlah, kami sudah begitu rupa membahasnya, seperti APBD Perubahan, kenapa jika pelaksanaan fisik tidak memungkinkan tetap saja dipaksakan, sehingga kegiatan non fisik dilihat banyak yang tidak terakomodir," ujar Surya.

Sementara itu, Waka I DPRD Rejang Lebong Yurizal menyangkan adanya kegiatan yang diakomodir dalam APBD Perubahan yang tidak selesai, secara spesifik dia menyebutkan ada kegiatan proyek infrastruktur penunujukan langsung (PL) pada Dinas Pekerjaan Umum yang tidak dilaksanakan karena keterbatasan waktu pengerjaan.

"Dalam APBD Perubahan ada usulan proyek PL oleh Dinas PU nilainya mencapai Rp. 6 milliar, kami sebelumnya telah mengingatkan juga bahkan waktunya tidak terkejar, dan nyatanya tidak dilaksanakan, anggaran ini akan menjadi Silpa dan baru dapat digunakan kembali pada APBD Perubahan berikutnya," terang Yurizal.

Tak hanya itu, dia juga menyoroti sejumlah proyek pembangunan yang dipredikai tak selesai dikerjakan, dia menyarankan agar kontraktoe yang tidak menyelesaikan pekerjaan dimasukkan dalam daftar Black List.

"Kita juga berharap kepada Bupati ataupun Sekda selaku leader dari ASB untuk mengevaluasi para pejabatnya, agr jangan sampai kedepan terulang kembali ditahun berikutnya," pungkas Yurizal.

Disisi lain, Sekda Rejang Lebong R.A Denni menyampaikan, selama ini pihaknya telah berupaya mendorong tiap OPD untuk mempercepat penyerapan, hanya saja dalam prosesnya ditemui sejumlah kendala.

"Kita sebelumnya telah sampaikan kepada masing-masing OPD kalau memang tidak terkejar jangan dipaksakan, dan ini bisa menjadi PR di tahun 2018, kita juga dari awal telah menekankan kerjakanlah apa yang dapat dikerjakan, namun kondisi ini kan tidak terelakan bahwa waktu berjalan terus, sementara prosesnya menjadi terhambat," ungkap Denni.

Terkait dengan belum maksimalnya penyerapan APBD yang dilakukan tiap OPD, Denni menegaskan pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap OPD maupun pejabat tinggi, jika nantinya dalam evaluasi itu ada pejabat yang tidak berkompeten maka kemungkinan bisa dicopot dari jabatannya

"Kita akan melakukan evaluasi, jika memang tidak sesuai kinerjanya kemungkinan bisa dicopot sesuai kewenangan pak Bupati , selama ini kita telah melakukan Job Fit melihat kompetensi pejabat dalam posisi jabatannya saat ini," tutup Denni. [nat/ard]


Komentar Pembaca
Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

SABTU, 04 APRIL 2020 , 17:43:00

China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

SABTU, 04 APRIL 2020 , 07:39:00

Petugas Di Garda Terdepan Antisipasi Covid-19

Petugas Di Garda Terdepan Antisipasi Covid-19

KAMIS, 26 MARET 2020 , 17:46:00