Surahman: Kesadaran Masyarakat Membuat Sertifikat Dan Meregistrasi Tanah Masih Minim

Daerah  SENIN, 13 NOVEMBER 2017 , 16:46:00 WIB | LAPORAN: SUGIHARTO PURNAMA

RMOL. Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bengkulu Selatan mencatat, rentang waktu lima tahun terakhir hanya terdapat 17 ribu bidang tanah yang bersertifikat dan teregistrasi.

"Dari data tahun 2013 hingga 2017, tanah bersertifikat hanya berjumlah 17.394 ribu bidang di Bengkulu Selatan," kata Kepala BPN Kabupaten Bengkulu Selatan, Surahman.

Ia memaparkan, tahun 2013 pihaknya hanya mengeluarkan 3.359 sertifikat. Tahun 2014 ada 4.116 sertifikat. Tahun 2015 berjumlah 2.602 sertifikat. Tahun 2016 sebanyak 4.162 sertifikat, lalu tahun 2017 BPN Bengkulu Selatan menerbitkan 3.155 sertifikat.

Minimnya kesadaran masyarakat akan pentingnya legalitas hak atas kepemilikan ini nantinya dapat menimbulkan ketidakpastian hukum, serta memicu sengketa dan konflik lahan. Disisi lain juga membuat masyarakat tidak mendapatkan akses ke perbankan formal.

"Tingkat kesadaran masyarakat masih sangat rendah. Total tanah bersertifikat yang tercatat oleh BPN Bengkulu Selatan, selama ini baru berjumlah 45.022 bidang. Sementara untuk berapa banyak bidang tanah yang belum bersertifikat di daerah ini, kami belum memiliki datanya," jelas Surahman.

Upaya mengajak masyarakat agar sadar untuk membuat sertifikat dan meregistrasikan tanah mereka, guna meminimalisir konflik pertanahan akan terus dilakukan pihak BPN Kabupaten Bengkulu Selatan.

"Kami akan bergerak terus berupaya agar semua tanah di Bengkulu Selatan ini bersertifikat dan teregistrasi," ujarnya. [Y21]

Komentar Pembaca