Alih Fungsi Lahan Mengancam Stabilitas Pangan Bengkulu Selatan

Daerah  SABTU, 28 OKTOBER 2017 , 00:03:00 WIB | LAPORAN: SUGIHARTO PURNAMA

RMOL. Alih fungsi lahan pertanian yang terus-menerus terjadi di Kabupaten Bengkulu Selatan menjadi kawasan perkebunan dan perumahan sehingga berpotensi mengancam stabilitas pangan daerah.

Meski telah memiliki UU yang mengatur larangan alih fungsi lahan pertanian sejak beberapa tahun lalu, saat ini penyusutan pada lahan pertanian terjadi hingga ribuan hektare per tahunnya.

"Berdasarkan pemetaan citra satelit, luas lahan terus mengalami penurunan hingga ribuan hektare. Apabila ini terus dibiarkan, maka akan berdampak terhadap penurunan produksi tanaman pangan di Bengkulu Selatan," ujar Sukarni Dunip, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Bengkulu Selatan.

Sejak memasuki awal tahun 2000, pembangunan kawasan perumahan dan perluasan perkebunan meningkat drastis di Kabupaten Bengkulu Selatan, sehingga menyebabkan lahan pertanian semakin menyempit.

Berdasarkan data yang diperoleh RMOL Bengkulu Kabupaten Bengkulu Selatan mengalami penyusutan lahan petanian hingga dua ribu hektare per tahun, pada 2015 masih ada 12.000 hektare lahan persawahan, sementara tahun 2016 berkurang menjadi 10.000 hektare. Angka penurunan itu terus terjadi sepanjang tahun.

"Adapun cara untuk memperkuat ketahanan pangan daerah, yakni dengan mencetak lahan persawahan baru dan meningkatkan produktivitas hasil panen," ujar Sukarni.

Meski aturan Perlindungan lahan pertanian telah dimuat dalam UU nomor 41 tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan dan sejumlah aturan turunannya juga telah diterbitkan tahun 2012 lalu, namun dalam pelaksanaannya masih menemui hambatan.

"Lahan pertanian produktif tidak boleh dialihfungsikan, kecuali untuk kepentingan umum. Kalaupun dialihfungsikan, maka perlu melewati kajian yang melibatkan banyak pihak," jelasnya.

Lebih lanjut Sukarni mengatakan, pengembangan pertanian melalui program intensifikasi dan ekstensifikasi dapat meningkatkan produktivitas pertanian di Bengkulu Selatan.

"Melalui program pembudidayaan yang baik, maka produksi pertanian akan meningkat sehingga ancaman stabilitas pangan dapat diminimalisir," imbuhnya. [Y21]

Komentar Pembaca