PDAM Macet, DPRD Kena Kepret Warga

Daerah  RABU, 17 FEBRUARI 2016 , 12:12:00 WIB | LAPORAN:

PDAM Macet, DPRD Kena Kepret Warga
RMOL. Aksi yang dilakukan puluhan warga RT 15 Kelurahan Durian Depun Kecamatan Merigi Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu ke PDAM Kepahiang Senin (1/2/2016), ternyata juga berdampak pada DPRD Kepahiang khususnya Komisi III. Betapa tidak, aksi yang digelar itu juga menyinggung para wakil rakyat.

Karena dalam alat peraga aksi tersebut, ada tulisan “Penuhi Air Besih Warga Durian Depun. Mana Pedulimu Anggota Dewan Terhormat?” Kata-kata itu ditulis di selembar karton dan digantung di kantor PDAM Kepahiang.

Menyikapi hal itu, Ketua Komisi III DPRD Kepahiang Hamdan Sanusi mengungkapkan, mestinya PDAM Kepahiang cepat tanggap dalam menangani permasalahan pelayanan pelanggan. Apalagi jika warga RT 15 Kelurahan Durian Depun itu jauh sebelumnya sudah mengadukan atau melaporkan keluhannya ke PDAM, namun tidak juga ditanggapi. Sehingga wajar saja jika warga berbuat demikian (aksi,red).

Hamdan juga mengatakan, PDAM selaku perusahaan yang mengelola air bersih harus sigap dan bersedia menampung keluhan masyarakat (pelanggan). Karena persoalan air bersih merupakan persoalan yang serius. "Persoalan itu mestinya tidak sampai segitunya. PDAM mesti cekatan dalam menangani permasalahan dan jangan sampai didemo baru bergerak. Kalo warga sudah demo, itu berarti permasalahan tersebut sudah sangat serius. Mereka itu kan sifatnya pelanggan alias bayar dan bukan cuma-cuma mendapatkan air bersih. Apalagi sampai 6 bulan tak dapat air," ujarnya.

Ditambahkannya, guna mengantisipasi persoalan di PDAM Kepahiang terkait distribusi air yang tidak berjalan alias macet ini, pihaknya segera memanggil Direktur PDAM dan pejabat lainnya untuk mencari solusi permasalahan yang terjadi. "Kami akan panggil Direktur PDAM guna menanyakan sejauh mana permasalahan ini. Memang kami di Komisi III banyak tidak mengetahui permasalahan ini. Maka dari itu kita akan duduk bersama membahasnya," tambahnya.

Sayangnya, ketika RMOL Bengkulu mendatangi Kantor PDAM Kepahiang untuk mengkonfirmasikan persoalan ini kepada direkturnya, pimpingan perusahaan air minum daerah itu sedang tidak berada di tempat. Salah seorang stafnya mengatakan, jika direktur belum datang sejak pagi. "Pak Dirut tak masuk kantorsejak pagi," singkat staf PDAM.

Terpisah, salah seorang pelanggan PDAM di RT 15 Kelurahan Durian Depun, Agus Arpan Suri mengaku, ledeng di rumahnya sudah mengalir. "Alhamdulillaah, hari ini (Selasa, 2/2/2016), air ledeng sudah mengalir ke rumah kami. Mungkin selama ini ada penyumbatan,” ujarnya.

Ditambahkannya, ia sangat menyayangkan sikap PDAM yang baru ‘bergerak’ mengoptimalkan pendistribusian air itu setelah adanya unjuk rasa oleh warga. "Sayangnya, kenapa harus didemo dulu baru kemudian pelayanan dioptimalkan. Seharusnya sejak dulu dioptimalkan, karena kami sudah kesulitan air sejak 7 bulan" tutupnya. [CW13]



Komentar Pembaca
H. Zahdi Taher, M.HI Jabat Kepala Kemenag Prov Bengkulu
Komplek Perkantoran Pemkab Kaur Jauh Dari Kata Bersih
Kebakaran Hebat Melanda Dua Toko

Kebakaran Hebat Melanda Dua Toko

SABTU, 29 AGUSTUS 2020 , 22:30:00