Bangun IAIN Curup Berpotensi Rugikan Rp 3,5 Miliar, Polda Segera Tetapkan Tsk

Hukum  RABU, 25 MARET 2020 , 07:53:00 WIB | LAPORAN: TRI YULIANTI IMRAN

Bangun IAIN Curup Berpotensi Rugikan Rp 3,5 Miliar, Polda Segera Tetapkan Tsk

Direskrimsus Polda Bengkulu, Kombes Pol. Dedy

RMOLBengkulu. Kasus dugaan korupsi pembangunan gedung akademik Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup, saat ini sudah naik status dari penyelidikan ke penyidikan. Sekaligus fisik bangunan telah dilakukan pemeriksaan.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Bengkulu, Kombes Pol Dedy mengatakan, dalam kasus tindak pidana korupsi ini pihaknya berkonsisten untuk terus melakukan penyidikan terlebih lagi kasus korupsi.

Untuk kasus dugaan korupsi IAIN Curup ini, kata Dedy, berpotensi merugikan negara sebesar Rp 3,5 miliar dan kasus ini akan terus dilakukan hingga nantinya dapat menetapkan tersangka (tsk).

"Jadi perkara-perkara ini perlu mendapatkan keterangan dari saksi ahli, dan saksi ahlinya adalah dari tim auditor yang mengaudit kerugian negara," kata Dedy, Selasa (24/3) kepada RMOLBengkulu.

Lebih lanjut, untuk penetapan tersangka, pihaknya masih menunggu hasil audit dari BPKP Perwakilan Bengkulu.

"Masih menunggu. Karena ini masih tahap awal. Kalau nanti sudah keluar hasil audit dan kerugian negara baru kita sampaikan lebih lanjut," tutup Dedy.

Untuk diketahui, anggaran untuk membangun gedung akademik tersebut berasal dari Kementrian Agama RI sebesar Rp 26 miliar tahun 2018.

Pembangunan gedung akademik tersebut berdasarkan kontrak pada Agustus 2018 dan selesai pada 31 Desember 2018 atau 114 hari kalender kerja.

Tetapi pekerjaan diduga bermasalah sehingga akhir tahun 2018 proyek tidak selesai. Sempat diberi tambahan waktu sampai 40 hari, tetapi proyek tidak juga selesai sehingga bulan Februari 2019 proyek diputus kontrak.

Hal ini terjadi karena diduga adanya markup dalam pekerjaan fisik, sehingga proyek tersebut bermasalah. Pelaksana pekerjaan sendiri dari PT Lagoa Nusantra dengan konsultan pengawas dari PT Civarligma Engineering dan Konsultan Perencana PT Galih Karsa Utama. Nilai kontrak Rp 26,074 miliar dengan sumber dana dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Kemenag RI. [tmc]

Komentar Pembaca