Waspada Wabah Corona, Seluruh Kegiatan Reses Ditunda

Politik  SABTU, 21 MARET 2020 , 15:39:00 WIB | LAPORAN: AJI FAISAL

Waspada Wabah Corona, Seluruh Kegiatan Reses Ditunda

Sekretaris Dewan Kota, Medy Pebriansyah/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Wabah Virus Corona yang semakin mengkhawatirkan membuat pemerintah lebih berhati-hati dalam membuat kebijakan. Bahkan pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengeluarkan edaran terkait siaga corona hingga bulan Mei mendatang.

Setelah beberapa waktu lalu sebagian daerah mengeluarkan edaran bahwa pelajar maupun para pegawai diliburkan, nampaknya kegiatan reses anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu juga harus ditunda.

Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Dewan (Sekwan) Kota, Medy Pebriansyah ketika dibincangi awak media. Menurutnya kegiatan reses anggota DPRD Kota sebelumnya diagendakan terlaksana pada tanggal 22 hingga 25 Maret ini, namun karena situasi negara maupun daerah sedang tidak memungkinkan maka kegiatan tersebut harus ditunda.

"Memang rencana awal, reses itu bulan Maret ini. Namun karena perkembangan terkini terkait siaga Virus Corona ini, terpaksa kita tunda dulu," kata Medy kepada awak media belum lama ini.

Ia pun belum bisa memastikan kapan kegiatan reses bisa dilaksanakan. Namun dirinya menyebut bahwa kegiatan tersebut akan segera dilaksanakan jika situasi sudah membaik sesuai instruksi dari pemerintah pusat maupun daerah.

Menurutnya penundaan kegiatan tersebut sangat penting untuk mencegah penyebaran wabah virus mematikan tersebut.

"Jadi yang kita pertimbangkan itu kan sisi kemanusiaan. Kegiatan reses otomatis akan mengumpulkan banyak orang, sementara pemerintah melarang ataupun membatasi aktifitas di luar rumah jika tidak terlalu mendesak," ucapnya.

Untuk diketahui bahwa reses merupakan kegiatan ataupun agenda rutin yang dilakukan oleh anggota dewan untuk menjaring aspirasi masyarakat. Kegiatan reses ini biasanya dilakukan anggota dewan secara perseorangan maupun secara bersama-sama dengan mengundang masyarakat untuk mendengarkan aspirasi dan keluhannya. [ogi]


Komentar Pembaca