Kejar Terus Beasiswa Luar Negeri, Jangan Takut Virus Corona

Pendidikan  KAMIS, 27 FEBRUARI 2020 , 19:01:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Kejar Terus Beasiswa Luar Negeri, Jangan Takut Virus Corona

Rachman saat menyampaikan materi/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Ikatan Pemuda Kabupaten Lebong (IPKL) menggelar kegiatan Milineal 2020 Hidup Sehat dengan tema "Kesiapsiagaan menghadapi resiko penyebaran virus corona" yang digelar di Hotel Dinda Ceria, Kamis (27/2) pukul 09.00 WIB.

Kegiatan dihadiri langsung Kadis Kesehatan Lebong, Rahman, Dirut RSUD Lebong, dr Ari Afriawan, Ketua IPKL, Alexander, Rafiska mahasiswa University Tubei Tiongkok di China, serta Organisasi Kepemudaan dan Masyarakat di wilayah Lebong.

Ketua IPKL Lebong, Alexander mengatakan, belakangan ini mahasiswa asal Lebong penerima beasiswa di China telah pulang ke Lebong usai diobservasi di Pulau Natuna seketika merebahnya virus corona.

Tak hanya itu, Bengkulu juga pernah dihebohkan lantaran ada salah satu mahasiswa asal Lebong diisolasi lantaran dikabarkan suspect virus tersebut usai pulang dari negara serupa.

"Kita khawatir, hal seperti ini berimbas pada niat para pemuda untuk mendapatkan beasiswa luar negeri. Tentu kegiatan kita untuk menangkal stigma itu," ujarnya, Rabu (27/2) siang.

Dia menuturkan, pada prinsipnya beasiswa diharapkan membantu meningkatkan kualitas pendidikan para generasi penerus di daerah itu.

Sedianya, program beasiswa dapat memotivasi generasi penerus Lebong untuk terus belajar dan menggapai cita-citanya. Hal itu dibuktikan sejumlah anggota yang tergabung dalam IPKL menempuh pendidikan hanya mengandalkan beasiswa.

Hanya saja, setelah merebah virus tersebut. Banyak para pemuda Lebong justru takut untuk mengejar beasiswa hingga keluar negeri.

"Tidak perlu takut. Pada prinsipnya, beasiswa pendidikan itu adalah suatu penghargaan yang tidak semua orang bisa memiliki. Makanya kita harap, semua yang hadir disini untuk terus mengejar beasiswa luar negeri," ungkapnya.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Lebong, Rachman mengapresiasi atas kegiatan yang diselenggarakan oleh sekumpulan pemuda Lebong tersebut.

Menurutnya, isu ini tak hanya terjadi di Lebong namun turut juga terjadi di daerah lain. "Kegiatan ini kita apresiasi. Walaupun di Indonesia belum ada yang positif. Tapi langkah pencegahan harus tetap kita lakukan," katanya.

Dia menambahkan, pihaknya telah membentuk tim pencegahan meliputi Dinkes, Disnakertrans, dan Dinaspora Lebong. Itupun sebagai upaya pencegahan masuknya virus tersebut ke Bumi Swarang Patang Stumang.

"Dinaskertrans fokus mengawasi TKA. Begitu juga dengan Dinas Pariwisata melaporkan misalnya ada wisatawan melakukan kunjungan ke Lebong juga harus diawasi," lanjut dia menambahkan.

Langkah pencegahan lain, menurutnya Pemkab Lebong telah melayangkan surat edaran Bupati ke seluruh Puskesmas termasuk kecamatan dan desa, untuk tetap sigap apabila ditemukan kasus tersebut.

"Seperti dua warga Lebong dinyatakan sebagai tersangka atas kasus tersebut langsung diobservasi setelah akhirnya dinyatakan negatif (sehat). Yang jelas, sampai sekarang belum ditemukan ada warga positif mengidap virus bahaya tersebut," tuturnya.

Selanjutnya, Dirut RSUD Lebong, dr Ari Afriawan mengutarakan, RSUD Lebong sendiri telah memiliki ruang isolasi sebagai salah satu antisipasi apabila ditemukan kasus tersebut di Lebong.

"Petugas akan memakai alat medis. Akan dilakukan prosedur skrining dan dilakukan isolasi khusus dan evaluasi lebih lanjut," terangnya.

Dia menyebutkan, sebagai salah satu bentuk pencegahan lain, ia menyarankan agar seluruh masyarakat tetap menjalani pola hidup sehat.

"Sudah dilakukan dengan promosi germas sebagai upaya pencegahan Dan dilakukan koordinasi dengan Dinkes dan stake holder terkait," singkatnya.

Sementara itu, Rafiska salah satu penerima beasiswa di University Hubei Provinsi Hubei Republik Rakyat Tiongkok mengatakan, dirinya diobservasi seketika mengunjungi Hubei pada tanggal 18 Januari lalu pasca penyebaran virus tersebut.

"Memang Kota Wuhan Lockdown. Jadi setiap orang mengunjungi wilayah itu harus diobservasi setelah pulang. Setelah observasi semuanya dinyatakan negatif (sehat)," imbuhnya.

Menariknya, pada kesempatan itu ia menawari sekaligus memberikan trik-trik bagi para peserta yang mayoritas diikuti para pemuda itu untuk mendapatkan beasiswa keluar negeri.

Dia mengutarakan, awal dirinya bisa mendapatkan beasiswa pendidikan hingga negeri china lantaran dipersiapkan sejak di bangku SMA sederajat.

Dia juga menyarankan untuk pemburu beasiswa untuk tidak takut karena tidak menguasai bahasa asing. Sebab, katanya, belajar bahasa asing itu hanya dibutuhkan beberapa bulan.

"Caranya gampang, tinggal kemauan. Pada prinsipnya, saya siap mendampingi apabila teman-teman mencoba beasiswa keluar negeri," demikian Rafiska. [tmc]



Komentar Pembaca
China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

SABTU, 04 APRIL 2020 , 07:39:00

Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

SABTU, 04 APRIL 2020 , 17:43:00