Penulis Dan Penerbit Wajib Serahkan Hasil Karyanya Ke Perpustakaan

Nusantara  KAMIS, 27 FEBRUARI 2020 , 15:22:00 WIB | LAPORAN: TRI YULIANTI IMRAN

Penulis Dan Penerbit Wajib Serahkan Hasil Karyanya Ke Perpustakaan

Sosialisasi UU No.13 Tahun 2018 Di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu

RMOLBengkulu.  Masih minimnya informasi dan pengetahuan tentang  serah simpan karya cetak dan karya rekam bagi penulis dan penerbit buku. Kamis pagi (27/2) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu menggelar sosialisasi undang-undang nomor 13 tahun 2018.

Bertempat di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu, sosialisasi ini hadiri oleh Pustakawan Ahli Utama Perpustakaan Nasional, Adriati serta seluruh penerbit dan penulis se-Provinsi Bengkulu.

Diungkapkan Kepala Bidang Deposit, pengembangan koleksi,  layanan dan pelestarian, Willy Purnama Hidayanti bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk mengubah mindset agar hasil karya para penerbit dan penulis dapat dilestarikan dengan cara menyerahkan hasil karyanya ke perpustakaan nasional dan perpustakan daerah.

" Untuk Provinsi Bengkulu, sosialisasi seperti ini masih minim dan pemahaman tentang UU No 13 tahun 2018 ini dapat terlaksana di Provinsi Bengkulu. Serta berusaha menggiring mindset  untuk penerbit maupun penulis menyerahkan dan mendaftarkan karya-karyanya, buku-bukunya dan diserahkan menjadi koleksi perpusnas dan perpusda," kata Willy Purnama Hidayanti, kamis (27/2) kepada RMOLBengkulu.

Lebih lanjut, Willy menegaskan untuk UU No.13 tahun 2018 ini memang menyasar para penulis maupun penerbit. Baik yanh bersifat komersil maupun para penerbit di perguruan tinggi dan instansi terkait.

Terpenting, tambah Willy, ada amanat yang harus dilaksanakan dalam memenuhi atau yang harus kita emban dalam UU No.13 tahun 2018 yaitu penerbit wajib menyampaikan buku atau karya-karyanya setelah mendapatkan nomor ISBN,  paling lama 3 bulan setelah  buku di terbitkan.

"Kami sangat berharap dari Dinas Perpustakaan Provinsi Bengkulu karena ini sebagai fungsi daripada perpusatakaan nasional  dan perpustakaan daerah untuk menghimpun karya-karya tulis yang menjadi  sumber-sumber khasanah bangsa," pungkasnya.

Dirinya juga berharap, agar sosialisasi ini juga dapat diterapkan oleh para penerbit ataupun penulis itu sendiri. Jika tidak, beberapa tindakan harus diterima oleh penerbit atau penulis diantaranya adalah pemblokiran nomor ISBN.

"Pada semua penerbit untuk juga membantu menyampaikan karya-karyanya sesuai dengan peraturan. Harus digaris bawahi saat ini masih ada  beberapa penerbit yang belum menyampaikan karya-karyanya atau tulisanya. Namun, penerbitan selanjutnya akan di blokir," tutup Willy.

Diketahui, penulis maupun penerbit wajib menyerahkan hasil karyanya kepada perpusnas sebanyak 2 exampler dan perpusda sebanyak 1 exampler. [ogi]


Komentar Pembaca
China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

SABTU, 04 APRIL 2020 , 07:39:00

Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

SABTU, 04 APRIL 2020 , 17:43:00