Hasil Pertanian Yang Akan Diekspor Ataupun Diimpor Wajib Dikarantina

Nusantara  RABU, 26 FEBRUARI 2020 , 19:02:00 WIB | LAPORAN: TRI YULIANTI IMRAN

Hasil Pertanian Yang Akan Diekspor Ataupun Diimpor Wajib Dikarantina

Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas 1 Bengkulu, Mochamad Ischaq/ RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Sesuai dengan UU Nomor 16 Tahun 1992 menjadi UU Nomor 21 Tahun 2019, kegiatan impor, ekspor dan antar komoditas terutama hasil pertanian wajib melewati proses karantina

Hal itu lakukan untuk memastikan barang atau komoditi dalam keadaan sehat serta bebas dari ha ataupun penyakit hewan, ikan dan tumbuhan lainnya

Seperti yang diungkapkan oleh Kepala Stasiun Karantina Pertanian (SKP) Kelas I Bengkulu, Mochamad Ischaq kepada RMOLBengkulu belum lama ini

"Semua produk pertanian khususnya benih dan produk turunannya yan akan melewati proses impor ataupun ekspor serta antar komoditas itu wajib dilaporkan ke karantina," kata Mochamad Ischaq.

Sementara itu, karantina hasil pertanian tersebut nantinya juga akan dikenakan biaya yang akan digunakan untuk pemeriksaan hasil pertanian tersebut

"Untuk biaya pemeriksaan karantina, dihitung dengan harga yang paling murah sebesar Rp 5.000 tergantung seberapa banyak barang yang akan di karantina dan proses pembayaran secara online," sambungnya

Kendati demikian, untuk pengiriman barang keluar bisa melalui kantor pos mauoun kantoe bandara Fatmawati Soekarno. Namun, jika tidak melalui tahapan tersebut dan melakukan proses impor maupun ekspor maka akan dikenakan sanksi berupa pidana maupun denda

"Setiap kegiatan impor, ekspor, dan antar area wajib dilaporkan ke karantina. Jika tidak dilakukan, maka akan mendapat ancaman hukuman berupa 10 tahun penjara untuk kegiatan impor yang tidak dilaporkan, 3 tahun penjara untuk kegiatan ekspor, dan 2 tahun penjara untuk kegiatan antar area," tutup Mochamad Ischaq. [ogi]


Komentar Pembaca