Pilgub Bengkulu, Pengamat: Rohidin Dan Helmi Memiliki Elektabilitas Yang Bagus

Politik  RABU, 26 FEBRUARI 2020 , 17:37:00 WIB | LAPORAN: TRI YULIANTI IMRAN

Pilgub Bengkulu, Pengamat: Rohidin Dan Helmi Memiliki Elektabilitas Yang Bagus

Pengamat Politik UNIB, Mirza Yasben/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Pengamat Politik Universitas Bengkulu, Mirza Yasben memprediksi kandidat calon gubernur dan wakil gubernur Bengkulu yang akan bertarung pada pilkada serentak 2020 ada sebanyak 4 pasang, Rabu (26/2)

Menurutnya, mendekati tahapan pilkada serentak tahun 2020 ini, beberapa nama telah muncul dan telah tersebar luas di telinga masyarakat Provinsi Bengkulu

"Kalau tidak ada hambatan-hambatan yang begitu berarti, bisa saja pilgub 2020 ini akan diikuti oleh 3  sampai 4 kandidat calon gubernur dan wakil gubernur Bengkulu," kata Mirza Yasben, Rabu (26/2) kepada RMOLBengkulu.

Dari pasangan-pasangan yang akan maju ini, Dosen Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ini juga menyebutkan dua nama yang hingga saat ini  dan sangat berpotensial pada pilgub 2020.

"Ada dua orang yang berpotensial serta memiliki tingkat elektibilitas saat ini  yaitu  Rohidin Mersyah dan Helmi Hasan, hal itu berdasarkan isu-isu yang berkembang di masyarakat," sambungnya.

Lebih lanjut, dirinya mengungkapkan bahwa kedua pejabat birokrat ini memiliki caranya masing-masing dan terbilang unik dari yang lainnya

"Rohidin memiliki fasilitas kendaraan yaitu masih menjabat sebagai gubernur Bengkulu dan secara politik dirinya bisa memobilisasikan di beberapa kabupaten. Artinya bisa digunakan tanpa menyalahi aturan-aturan yang berlaku," ujarnya.

Sedangkan Helmi Hasan, hanya menggunakan fasilitas dan kendaraan mobilisasi dengan kemampuan tingkat Kota.

"Kalau kita lihat itu, maka yang kuat dan berpotensi itu adalah Rohidin Mersyah," singkat Mirza.

Namun, persoalan sekarang adalah apakah rakyat mau mendengar saran-saran ataupun kampanye para birokrat tersebut.

Kemudian, hal-hal tersebut bukan jaminan untuk bisa menang dan menduduki kursi gubernur Bengkulu.

"Tentunya mereka masih mencari aman dengan posisi mereka saat ini," tutup Mirza Yasben. [ogi]