Pemuda Pancasila Datangi Mapolda, Minta Kasus Tipikor Tuntas

Nusantara  SELASA, 25 FEBRUARI 2020 , 18:15:00 WIB | LAPORAN: TRI YULIANTI IMRAN

Pemuda Pancasila Datangi Mapolda, Minta Kasus Tipikor Tuntas

Aksi MPC Pemuda Pancasila di depan mapolda Bengkulu/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Pemuda Pancasila Bengkulu mendatangi Mapolda Bengkulu, untuk mempertanyakan tindak lanjut kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) yang disinyalir melibatkan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, Selasa (25/2) siang.

Massa aksi terus melontarkan pernyataan sikap yang ditujukan kepada Kapolda Bengkulu, Irjen Pol Supratman untuk tegas dalam menyikapi kasus korupsi di Bumi Rafflesia tersebut.

Wakil Sekretaris Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Bengkulu, Goang Ginaldi mengatakan, dirinya menginginkan adanya kepastian hukum, sehingga perkara itu benar-benar tuntas.

"Kita meminta kepastian hukum dan meminta Kapolda Bengkulu untuk mengusut tuntas kasus korupsi ini. Karena tidak mungkin uang sebanyak itu hanya di makan oleh 2 orang saja," ujar Goang saat berorasi di depan Mapolda Bengkulu.

Tidak hanya kasus korupsi yang menyeret orang nomor satu di Bengkulu, tapi MPC Pemuda Pancasila juga menginginkan kasus dugaan korupsi di DPRD Seluma serta laporan dugaan pencemaran nama baik mantan Sekdaprov Bengkulu, Nopian Andusti untuk segera dituntaskan.

Seperti yang disampaikan kordinator lapangan aksi (korlap), Deno Marlandone, dirinya menduga ada dugaan korupsi yang melibatkan Gubernur Bengkulu  terkait upah pungut pajak dan retribusi di Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Provinsi Bengkulu tahun 2017-2018.

Kemudian, dalam perjalannnya kasus yang dilaporkan ke Bareskrim Polri tersebut dilimpahkan ke Polda Bengkulu pada 27 Februari 2019 lalu.

"Hingga saat ini, kasus yang dilaporkan ke Bareskrim Polri tersebut tidak jelas apa tindak lanjutnya. Tentu ini harus dijelaskan oleh Polda untuk memberikan kepastian hukum atas laporan tersebut, sehingga tidak menjadi tanda tanya berkelanjutan," ujar  Deno

Menurutnya, Polda Bengkulu tidak transparan terkait perkembangan dari berbagai laporan yang dilayangkan pihaknya tersebut.

"Kami bertanya, kasus ini masih lanjut atau dihentikan, saya sebagai pelapor tidak pernah mendapat kabar dan kepastian hukum atas laporan ini. Dengan aksi demo tersebut, kami berharap Polda melakukan tindakan hukum lebih lanjut atas limpahan perkara dari Bareskrim Polri dan kami juga minta harus ada kejelasan," tutup Deno. [tmc]

Komentar Pembaca