Tarif Parkir Rusak Kemeriahan HUT Mukomuko, Warga Kapok Datang

Daerah  SENIN, 24 FEBRUARI 2020 , 08:27:00 WIB | LAPORAN: RISNA JULIYANA HUTASOIT

Tarif Parkir Rusak Kemeriahan HUT Mukomuko, Warga Kapok Datang

Banyak warga keluhkan mahalnya tarif parkir HUT Mukomuko Ke-17

RMOLBengkulu. Kemeriahan HUT Kabupaten Mukomuko ke 17 tahun 2020 ini, dipastikan telah rusak akibat mahalnya tarif parkir kendaraan milik pengunjung yang datang ke pasar malam dan lokasi hiburan.

Informasi yang didapat, tarif parkir kendaraan roda empat mencapai Rp 10 ribu. Sedangkan tarif parkir kendaraan roda dua bervariasi mulai Rp 5 hingga 8 ribu.

Mahalnya tarif parkir yang ditetapkan oleh pihak oknum pengelola parkir,
mengakibatkan warga kapok datang ke lokasi pusat kemeriahan HUT Kabupaten Mukomuko, yang dipusatkan di lapangan komplek perkantoran Pemkab Mukomuko.

Cukup sekali ini saya datang ke Mukomuko. Masa, saya harus bayar parkir motor saja mencapai Rp 8 ribu. Benar-benar kelewatan. Dan ini sudah menciderai kemeriahan HUT Kabupaten Mukomuko. Saya pun sangat menyesal datang ke sini (Mukomuko, red),” keluh Thamrin, warga Desa Kota Praja, ketika dikonfirmasi.

Selain Thamrin, keluhan yang sama juga diutarakan Anton, warga Desa
Ujung Padang Kecamatan Kota Mukomuko. Bahkan, Anton mengaku nyaris kena pukul oleh oknum tukang parkir lantaran menolak membayar parkir sebesar Rp 10 ribu. Bahkan oknum tukang parkir yang saat ini belum diketahui identitasnya itu, juga mencatut nama TNI.

Saya hampir kena tinju karna tidak mau bayar parkir Rp 10 ribu. Dan saya pun bertanya kepada oknum tukang parkir itu, siapa yang netapkan parkir Rp 10 ribu, dijawabnya, abang TNI,” bebernya.

Terkait adanya dugaan pencatutan nama TNI oleh oknum tukang parkir
dalam pungutan parkir kendaraan yang dinilai cukup memberatkan masyarakat itu, Dandim 0428/ Mukomuko, Letkol. Inf. Y. M. Teguh Edi Pamungkas, akhirnya angkat bicara. Teguh menegaskan, akan segera memanggil anggotanya yang ditugaskan ngepam di lokasi pusat acara HUT Kabupaten Mukomuko.

Anggota TNI di Makodim 0428/ Mukomuko, memang diminta untuk membantu ngepam dalam perayaan HUT Kabupaten ini. Namun soal ngepam atau membeck up tukang parkir, itu tidak ada dalam surat
permohonan. Setahu saya, parkir dikelola oleh karang taruna. Kalau ada
oknum anggota TNI ikut bermain dalam pengelolaan parkir hingga
mengakibatkan biaya parkir mahal, jelas itu menyalahi aturan. Itulah
sebabnya, nanti akan kita cari tahu dulu, apakah ada keterlibatan
anggota saya atau tidak dalam pengelolaan parkir ini,” tegas Dandim.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR)
Kabupaten Mukomuko, Ruri Irwandi, ketika dikonfirmasi mengatakan, kaget dengan adanya tarif parkir kendaraan yang datang ke pusat acara. Mirisnya lagi, karcis yang dipakai oleh petugas parkir, tidak dikeluarkan oleh Bidang Perhubungan selaku leading sector yang membidangi soal parkir kendaraan.

Kalau Bidang Perhubungan di Dinas PUPR, setahu saya belum ada mengeluarkan karcis. Saya juga tidak tahu apa masalahnya. Namun yang jadi masalah besar sekarang ini, tarif parkir yang cukup mahal. Dan saya juga sudah mendapatkan keluhan dari pengunjung,” ucapnya.

Soal masalah mahalnya tarif pakir kendaraan ini, Ruri menyatakan akan
segera menggelar rapat bersama Asisten selaku ketua panitia, pihak
Makodim 0428/ Mukomuko dan juga pihak pengelola parkir.

Kita akan pertegas lagi soal tarif parkir ini. Dari dulu saya ingin, tarif
parkir kendaraan mengacu pada Perda yang ada. Jika tarifnya di atas
dari ketetapan aturan, bisa dianggap pungli,” tandas Ruri. [tmc]

Komentar Pembaca