Surat Benny Tjokro, Buka Babak Baru Drama Dugaan Korupsi Jiwasraya

Hukum  MINGGU, 23 FEBRUARI 2020 , 19:56:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Surat Benny Tjokro, Buka Babak Baru Drama Dugaan Korupsi Jiwasraya

Surat Benny Tjokro/net

RMOLBengkulu. Drama dugaan korupsi Jiwasraya memasuki babak baru yang makin membuat publik bertanya-tanya. Salaha satu tersangka, Benny Tjokrosaputro alias Benny Tjokro menitip pesan tertulis kepada BPK soal perampokan” dana asuransi Jiwasraya.

Benny menulis sebuah surat dari dalam tahanan Kejaksaan Agung dan diungkapkan kepada khalayak oleh kuasa hukumnya, Bob Hasan.

Dalam surat tanpa tanda tangan dan tanggal itu, Benny Tjokro mengaku telah dijadikan tumbal atas bobrokannya pengelolaan uang nasabah perusahaan asuransi pelat merah itu.

"Jangan demi gengsi, pimpinan BPK RI dan Kejagung mengorbankan pihak lain (perusahaan publik) seperti Hanson untuk dirampas asetnya demi tutup lubang yang dibuat pihak lain di Jiwasraya,” ungkap Benny yang dimuat Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (23/2).

Sayangnya, Benny Tjokro tidak menyebutkan secara pasti siapa pihak lain yang terlibat dalam kasus tersebut. Namun dalam surat itu, dia juga meminta BPK jangan memaksakan audit terlalu cepat, kalau belum selesai memeriksa pembelian saham secara langsung atau tidak langsung oleh Jiwasraya periode 2006-2016.

Benny Tjokro meyakini, pada periode tersebut sudah terjadi transaksi pembelian saham yang kelak merugikan pihak Jiwasraya.

"Tolong BPK dan Kejagung periksa juga pembelian saham langsung maupun lewat manajer-manajer investasi tahun 2006-2016. Siapa aja ya nggak buat lubang awal Jiwasraya,” katanya.

Selain itu, Benny Tjokro juga mengingatkan BPK dan Kejagung jangan asal merampas aset PT Hanson International Tbk (MYRX). Dia mengingatkan, Hanson merupakan perusahaan publik. Jangan sampai asetnya dirampas guna menutup kesalahan yang dilakukan pihak lain.

Kejagung telah menahan Benny Tjokro sejak 24 Januari 2020. Selain itu, Kejaksaan juga menahan mantan direksi Jiwasraya yakni Hendrisman Rahim dan Harry Prasetyo, Presiden Komisaris PT Trada Alam Mineral Tbk (TRAM) Heru Hidayat, dan sejumlah orang lainnya.

Berikut isi lengkap surat tangan Benny Tjokro yang diberikan kepada tim kuasa hukumnya:

Tolong BPK RI dan Kejagung periksa juga pembelian saham langsung maupun lewat manajer-manajer investasi tahun 2006-2016. Siapa aja yang buat lubang awal Jiwasraya. BPK RI tolong jangan memaksakan audit terlalu cepat kalau belum selesai periksa 2006-2016. Jangan demi gengsi pimpinan BPK RI dan Kejagung mengorbankan pihak lain (perusahaan publik) seperti Hanson untuk dirampas asetnya demi tutup lubang yang dibuat pihak lain di Jiwasraya”. [tmc]

Komentar Pembaca