Layanan Ditutup, PAD Dari Uji KIR Tetap Ditargetkan

Daerah  JUM'AT, 21 FEBRUARI 2020 , 20:16:00 WIB | LAPORAN: RIZKI MARDANI

Layanan Ditutup, PAD Dari Uji KIR Tetap Ditargetkan

UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor yang saat ini masih ditutup/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Meski layanan layanan pengujian kelayakan kendaraan atau uji KIR di UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor Rejang Lebong ditutup sejak 2019 lalu, namun Dinas Perhubungan tetap menargetkan penerimaan PAD dari layanan uji KIR.

Kepala Dinas Perhubungan Rejang Lebong, Rachman Yuzir mengatakan, pada tahun 2020 ini, target penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor perhubungan mencapai Rp 600 juta, Rp 200 juta diantaranya dari sektor layanan pajak kendaraan bermotor, yakni uji KIR.

"Target penerimaan PAD disektor perhubungan kita targetkan sebesar Rp 600 juta, terdiri dari sektor jasa parkir Rp 400 juta dan pajak kendaraan bermotor sebesar Rp 200 juta," kata Rachman kepada awak media.

Dia menjelaskan, ditetapkannya target penerimaan PAD dari sektor pajak kendaraan bermotor itu lantaran pada tahun 2020 ini layama uji KIR akan dibuka kembali jika proses perbaikan peralatan pengujian yang sebelumnya rusak diperbaiki.

Perbaikan peralatan uji KIR kendaraan tersebut, dibeberkan dia sudah diajukan dalam APBD Rejang Lebong tahun 2020 dengan besaran mencapai Rp 1,4 miliar.

"Alat pengujian KIR selama ini rusak dan akan diperbaiki dalam waktu dekat, kemungkinan akhir Maret nanti selesai dipasang, sehingga nantinya bisa menghasilkan PAD," imbuhnya.

Sementara itu, terkait penerimaan PAD dari sektor jasa parkir sendiri ditambahkan dia berasal dari jasa parkir kendaraan tepi jalan dan parkir khusus, dengan besaran tarif untuk sepeda motor Rp 1.000, kendaraan jenis truk Rp2.000 dan mobil box sebesar Rp3.000, dan jenis tronton Rp7.000 besaran tarif parkir ini ditetapkan dalam Perda No.11/2011, tentang Tarif Parkir. [tmc]

Komentar Pembaca