DKP Terus Sosialisasikan Pelestarian Ikan Mikih

Daerah  RABU, 19 FEBRUARI 2020 , 15:11:00 WIB | LAPORAN: RISNA JULIYANA HUTASOIT

DKP Terus Sosialisasikan Pelestarian Ikan Mikih

Kadis DKP, Edy Apriyanto/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Mukomuko terus mensosialisasikan budidaya atau konservasi ikah mikih. Ikan mikih merupakan spesies ikan yang endemik yang ada di perairan sungai Kabupaten Mukomuko. Ikan ini juga terbilang langka dan banyak digemari oleh masyarakat karena rasanya yang gurih dan harum.

Kepala Dinas DKP Kabupaten Mukomuko Edy Apriyanto mengatakan pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk pengembangan ikan mikih.

"Kita masih mencari metode yang tepat terkait pelestarian ikan mikih ini, tentunya kita juga harus melaukan dengan metode yang ramah lingkungan," jelas Edy.

Edy juga menambahkan, pelestarian ini nantinya akan mengambil benih atau anak ikan mikih ini disungai dan dibawa ketempat yang sudah disediakan dan dikembangkan, dan untuk yang agak besar dilepaskan ke hulunya kembali.

"Animo masyarakat sudah cukup tinggi untuk pelestarian ikan mikih ini, kedepan harapanya akan lebih banyak lagi masyarakat yang tertarik untuk belajar membudidayakan ikan mikih, karena ini tidak mudah," harap Edy.  

Sebelumnya, Bupati juga sudah mengajukan proposal ke Kementrian  untuk dapat membantu konservasi ikan mikih di Mukomuko, dan sudah dilimpahkan ke balai besar ikan Jambi untuk dapat membantu proses budidaya ikan mikih.

"Kedepan kita akan mecoba menganggarkan untuk kelompok pengembangan mikih di APBD. Untuk sementara baru Ada 3 tiga desa yang kami lakukan sosialisasi karena 3 desa ini merupakan daerah yang banyak terdapat ikan mikih, yaitu desa Air Dikit pondok lunang, Air kasai, semuanya berada dikecamatan Air Dikit," ujar Edi.

"Kita juga sudah Merapat ke Badan Musyawarah Adat (BMA) agar dapat membantu mendorong program ini, sehingga nantinya bisa dibuat  peraturan adat tentang larangan dan pelestarian ikan mikih," pungkas Edi. [ogi]


Komentar Pembaca