Pedagang Pasar Panorama Tuntut Pemkot Berlaku Adil Dalam Pembagian Auning

Nusantara  RABU, 19 FEBRUARI 2020 , 15:08:00 WIB | LAPORAN: AJI FAISAL

Pedagang Pasar Panorama Tuntut Pemkot Berlaku Adil Dalam Pembagian Auning

Para Pedagang Pasar Panorama Yang Tidak Kebagian Auning Saat Datang Ke DPRD Kota/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Sejumlah pedagang Pasar Panorama ramai-ramai mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu. Kedatangan para pedagang ini bertujuan untuk menyampaikan surat permohonan hearing terkait pembagian auning yang baru diresmikan.

Para pedagang yang sudah lama berjualan di tempat tersebut mengaku bahwa mereka memiliki Surat Tanda Berhak Menempati (STBHM).

"Kita mau menuntut hak para pedagang, karena pada waktu pembagian dari UPTD pasar kita dapat, namun karena dibatalkan oleh oknum tertentu akhirnya kita tidak kebagian," kata salah seorang perwakilan pedagang, Sutarman saat mendatangi Kantor DPRD Kota, Selasa (18/02).

Dijelaskannya, bahwa proses pembagian auning berdasarkan undian oleh pihak UPTD Pasar Panorama, namun dibatalkan oleh oknum. Setelah diundi untuk kedua kalinya, mereka jadi tidak mendapatkan auning tersebut.

"Jadi undian dari UPTD dibatalkan, diundi lagi oleh oknum, diundi yang kedua. Kami pedagang yang sudah bertahun-tahun di pasar itu seharusnya kan dapat auning yang baru dibangun ini," terang Sutarman yang berdagang tahu tempe ini.

Terkait hal itu, pihaknya sudah menyampaikan ke UPTD dan Wakil Walikota Bengkulu, ada 20 lebih pedagang yang tidak kebagian auning. Mereka adalah pedagang yang sudah lama berjualan di Panorama dan memiliki STBHM.

Ditanya lebih lanjut tentang apa yang menjadi alasan mereka tidak mendapatkan auning, Sutarman menyebut karena undian ulang yang dilakukan oleh oknum. Hal tersebut sangat disayangkan, padahal harusnya pedagang lama lah yang diprioritaskan terlebih dahulu.

"Karena diundi ulang oleh oknum itu, jadi yang dimasukkan di situ sekarang ini orang yang tidak pernah berdagang, kemudian pedagang itu dari mana, sementara yang diprioritaskan dari UPTD dulu orang yang punya STBHM, " sebutnya.

Sutarman dan teman-teman pedagang lainnya pun berharap permohonan hearing mereka segera ditindaklanjuti, mengharapkan solusi dan ingin menyampaikan jeritan hati mereka.

Saat meresmikan tempat tersebut Wakil Walikota Bengkulu, Dedi Wahyudi menyampaikan bahwa fasilitas auning bersifat gratis dan pasar harus bebas pungutan liar (Pungli).

Kita tidak mau mendengar ada pungli di pasar ini. Pasar ini harus bebas pungli, auning ini gratis, ini bukti kepedulian pemerintah kepada masyarakatnya," kata Dedi belum lama ini.

Untuk diketahui, auning Pasar Panorama diresmikan Jumat, 14 Februari 2020 oleh Wakil Walikota Dedy Wahyudi. Dibangun oleh Dinas PUPR Kota Bengkulu pada tahun 2019 dengan anggaran sekitar Rp900 juta. Berdasarkan keterangan pedagang, terdapat 136 auning yang dibangun. [tmc]

Komentar Pembaca
China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

SABTU, 04 APRIL 2020 , 07:39:00

Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

SABTU, 04 APRIL 2020 , 17:43:00