Perkembangan Kasus Pelaporan Ariyono, Besok BK DPRD Kota Panggil Sekwan

Politik  SENIN, 17 FEBRUARI 2020 , 18:39:00 WIB | LAPORAN: AJI FAISAL

Perkembangan Kasus Pelaporan Ariyono, Besok BK DPRD Kota Panggil Sekwan

Ketua BK DPRD Kota, Yudi Darmawansyah/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Perkembangan terbaru kasus pelaporan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota, Ariyono Gumay oleh fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) ke Badan Kehormatan (BK) dewan mulai memasuki babak baru.

Senin siang unsur pimpinan DPRD, beberapa Ketua fraksi dan anggota BK DPRD menggelar rapat tertutup yang diduga membahas perkembangan kasus tersebut. Ketua BK DPRD, Yudi Darmawansyah menyebut bahwa pihaknya saat ini mulai bekerja dan akan mengkaji masalah tersebut lebih dalam.

"Untuk perkara tersebut kita saat ini sudah mulai bekerja, besok kita agendakan panggil Sekretariat Dewan untuk dimintai keterangan terkait dengan catatan hasil rapat waktu itu," kata Yudi kepada awak media usai menghadiri rapat di Kantor DPRD Kota, Senin (17/02).

Selain mengumpulkan keterangan dari notulen rapat pada Sekretariat Dewan, BK juga akan memanggil seluruh anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota untuk dimintai keterangan terkait dengan isi surat Ariyono Gumay kepada Walikota Helmi Hasan.

Ia pun menegaskan bahwa BK akan bekerja profesional dan objektif dalam penanganan perkara di internal DPRD Kota tersebut. Pihaknya juga akan terus berkoordinasi dengan unsur pimpinan terkait langkah yang akan diambil setelah bukti dan saksi sudah selesai diperiksa.

"Yang jelas kita akan bekerja profesional dalam menangani perkara ini. Kalau nanti semuanya sudah terkumpul, bukti dan saksi sudah dipanggil maka kita akan koordinasi dengan pimpinan terkait langkah kedepan harus bagaimana," jelasnya.

Untuk diketahui bahwa beberapa waktu lalu publik dihebohkan dengan surat yang dilayangkan oleh anggota DPRD Kota, Ariyono Gumay dan ditujukan langsung kepada Walikota Helmi Hasan. Dalam surat tersebut Ariyono menyebut bahwa anggaran pembangunan Rumah Dinas Walikota senilai 35 milyar tidak pernah masuk didalam pembahasan anggaran sehingga terkesan disebut 'anggaran siluman'.

Surat tersebut akhirnya berbuntut panjang hingga menimbulkan reaksi keras dari fraksi PAN DPRD Kota hingga berujung pengaduan ke BK DPRD karena dinilai telah melanggar kode etik dan tata tertib dewan. [ogi]


Komentar Pembaca
China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

SABTU, 04 APRIL 2020 , 07:39:00

Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

SABTU, 04 APRIL 2020 , 17:43:00