4.000 Ha TNKS Rusak, Didominasi Perambahan

Daerah  MINGGU, 16 FEBRUARI 2020 , 19:07:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

4.000 Ha TNKS Rusak, Didominasi Perambahan

Kusnan/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Aksi perambahan liar kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) terus terjadi di Kabupaten Lebong, Bengkulu. Data terbaru, sekitar 4.000 Hektare (Ha) rusak parah akibat sudah dibabat atau dirambah oleh oknum tak bertanggung jawab.

Hal itu disampaikan Kepala Resor TNKS Wilayah Lebong, Kusnan saat diwawancarai di ruang kerjanya, Kemarin (14/2) kemarin.

Ia menyebutkan, seluas 111 ribu hektare hutan dalam kawasan TNKS yang ada di Kabupaten Lebong. Dari jumlah itu, sekitar 4 persen atau 4.000 Ha hutan dalam kawasan TNKS dalam kondisi rusak.

"Berdasarkan patroli kita selama ini sekitar 4 persen dari 111 Ha kawasan TNKS rusak," kata Kusnan.

Ia menjelaskan, dari seluas 4.000 hektare hutan dalam kawasan TNKS yang rusak tersebut, sebagian dibiarkan terbuka, sebagian lainnya digarap.

Ia mencatat, saat ini ada warga yang melakukan aktivitas dalam kawasan TNKS tersebut. Tercatat, ada 12 titik tersebar di wilaya Lebong, sebagian besar di wilayah Kecamatan Rimbo Pengadang, dan Kecamatan Topos.

"Upaya kita untuk mengatasi perambahan selama ini persuasif dan teguran. Termasuk melakukan penghijauan dengan melibatkan TNI-Polri, dan masyarakat," tambah dia.

Baca juga: Tuntutan Kompensasi Tanam Tumbuh Lahan Ke BTL Terganjal Status TNKS

Pihaknya saat ini rutin melakukan sosialisasi terkait peraturan yang melarang melakukan aktivitas dalam kawasan TNKS hingga melakukan pembinaan terhadap warga yang menggarap hutan dalam kawasan TNKS.

Dalam patroli, hanya ada empat personil untuk mencangkup wilayah tersebut. Dimana ada dua metode pengamatan yang dilaksanakan, yakni pertama patroli rutin yang diamati sekitar wilayah TNKS.

Kedua, patroli fungsional yang mengharuskan para personil masuk ke dalam kawasan hingga berjalan kaki 2 hingga 4 kilometer per hari.

"Biasanya kalau patroli fungsional sampai 3 hari karena wilayah cukup luas. Pengamatan yang kita lakukan mulai dari mencatat, mengamati dan mendokumentasikan kawasan TNKS," tuturnya. [tmc]





Komentar Pembaca