Auning Diresmikan, Pedagang Pasar Panorama Harus Tertib

Pemerintah Kota Bengkulu  JUM'AT, 14 FEBRUARI 2020 , 15:04:00 WIB | LAPORAN: AJI FAISAL

Auning Diresmikan, Pedagang Pasar Panorama Harus Tertib

Peresmian Auning Pedagang Pasar Panorama/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Auning pasar panorama sudah diresmikan oleh Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi dan sudah ditempati pedagang, Jumat (14/2/20). Namun perjuangan Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu dalam menata pasar sampai bersih dan rapi belum final.

Wakil Walikota Bengkulu menargetkan seluruh pasar yang ada di Kota Bengkulu bersih, tidak hanya pasar panorama saja. Saat ini pun Dedy mengakui pasar panorama belum bersih dan penataannya juga belum maksimal. Namun pihaknya terus berusaha untuk mewujudkan pasar yang tertata rapi dan bersih.

Ini belum pencanangan pasar bersih. Ini baru peresmian auning saja. Tadi Kadis Perindag menjanjikan beberapa waktu ke depan tidak akan ada lagi pedagang yang jualan di luar. Kita berharap pasar ini benar-benar nyaman bagi pedagang dan bagi pembeli,” jelas Dedy.

Ia menegaskan pula bahwa tidak ingin lagi mendengar ada pungutan liar di pasar. Jika masih ada dugaan pungli, ia minta pedagang melapor ke nomor 085384494013 agar segera ditindaklanjuti.

Kita tidak mau mendengar ada pungli di pasar ini. Pasar ini harus bebas pungli, auning ini gratis, ini bukti kepedulian pemerintah kepada masyaratnya," tegasnya.

Ia melanjutkan, bahwa walikota sudah mengarahkan ke depan semua pasar tradisional untuk ditata dengan baik seperti pasar Panorama.

Kenapa yang pertama kita tata di Panorama, karena tingkat kesulitannya tinggi. Kedepan penataan Pasar Minggu, Pasar Barukoto dan Pasar Pagar Dewa. Mari kita jaga kebersihan pasar, kita jaga kenyamanannya,” ujar Dedy.

Dalam kesempatan tersebut ia juga berharap agar pedagang yang sudah mendapat auning dan yang sudah mulai jualan di dalam rezekinya bertambah, jual beli lancar dan antar pedagang saling kompak. Selanjutnya Dedy menyempatkan bertegur sapa dengan para pedagang sekaligus berbelanja.

Sementara itu Plt Kadis PUPR Kota, Noprisman menjelaskan bahwa pembagunan auning ini dianggarkan 2019 dengan dana sekitar Rp 900 juta. Untuk pembangunan lapak dibangun tahun 2020 dengan anggaran Rp 300 juta menggunakan dana swakelola. Pekerjaannya memakan waktu kurang lebih 3 minggu.

Dengan telah dilaunchingnya auning dan lapak pasar ini, kami akan menyerahkan pengelolaannya ke Disperindag sampai habis masa pemeliharaan. Juli nanti akan kami serahkan aset ini kepada Disperindag sehingga aset ini bisa dimanfaatkan oleh pedagang. Dengan dibangunnya auning dan pelataran ini pasar bisa lebih rapi lagi,” tutup Noprisman. [ogi]


Komentar Pembaca