DLH Ajak Sulap Limbah Padi Dan Kopi Jadi Berkah

Daerah  JUM'AT, 14 FEBRUARI 2020 , 07:50:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

DLH Ajak Sulap Limbah Padi Dan Kopi Jadi Berkah

Pengelolaan kompos berbahan limbah padi/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Konsep ramah lingkungan terus digaungkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebong. Salah satunya berkreasi dengan limbah padi dan kopi.

DLH mengenalkan konsep ramah lingkungan melalui produksi kulit padi dan kopi menjadi kompos.

Kepala DLH Kabupaten Lebong, Zamhari Bahrun mengatakan, Lebong memang terkenal dengan mayoritas warganya seorang petani penggarap padi dan kopi.

Tak hayal, jika limbah padi di sudut-sudut pemukiman warga seketika masuk mesin penggiling. Maka dari itulah tim DLH ini berinisiatif mengelola limbah kulit padi dan kopi itu menjadi kompos yang bermanfaat dan bernilai tinggi.

"Padahal pembuatannya (Kompos, red) sangat simpel sekali. Tetapi memang butuh dorongan semua pihak baik itu pemerintah dan swasta, termasuk kesadaran masyarakat setempat agar potensi ini dapat dimanfaatkan dengan baik," ungkapnya, Kamis (13/2) siang.

Lebih lanjut, Zamhari mengaku, perusahaan di Lebong juga wajib mendukung pengelolaan sampah dalam rangka meningkat kualitas lingkungan hidup untuk kesejahteraan masyarakat.

Sebagai dasarnya diatur dalam Perda Kabupaten Lebong tentang Pengelolaan Sampah, dan Perda Baku Mutu Air yang telah disahkan pada bulan Desember 2019 lalu.

"Kedepan, kita tetap fokus melakukan pendampingan kepada masyarakat, agar pengembangan produksi kompos berbahan limbah padi dan kopi mereka dapat menambahkan nilai ekonomi masyarakat," ucapnya.

Dia menuturkan, pihaknya akan mengundang para investor di Kabupaten Lebong dalam peringatan Hari Peduli Sampah Nasional yang dijadwalkan dilaksanakan pada tanggal 20 Februari 2020 mendatang.

"Pada prinsipnya, pengelolaan sampah akan dijadikan kompos terutama limbah kulit padi dan kulit kopi. Sehingga fungsi menjaga lingkungan akan melahirkan dampak positif terhadap lingkungan hidup itu sendiri dan kemakmuran warga," demikian Zamhari. [tmc]



Komentar Pembaca