Giliran TKA PLTU Teluk Sepang Masuk Ruang Isolasi RSUD M.Yunus Bengkulu

Daerah  KAMIS, 13 FEBRUARI 2020 , 14:33:00 WIB | LAPORAN: TRI YULIANTI IMRAN

Giliran TKA PLTU Teluk Sepang Masuk Ruang Isolasi RSUD M.Yunus Bengkulu

Konferensi Pers RSUD M.Yunus Bengkulu/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina yakni Mr.W harus mendapatkan penanganan khusus dari Rumas Sakit Umum Daerah (RSUD) M. Yunus Bengkulu. Kamis (13/2)

Mr.W saat ini tengah bekerja di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU)  yang berlokasi Teluk Sepang Bengkulu  dan tiba di Provinsi Bengkulu pada tanggal 26 Januari 2020 yang lalu

Dijelaskan oleh  Koordinator Wilayah  Bandar Udara Fatmawati Soekarno Bengkulu, Henny Dwi Kartika Rini bahwa Mr.W baru saja pulang dari merayakan imlek di negara asalanya yaitu tirai bambu

"Mr.W berangkat dari Lanzhou Zhongchuan Airport dan kemudian transit. Pada saat di bandara soekarno-hatta Mr.W  tidak terdeteksi thermal scanner sehingga bisa melanjutkan perjalanan ke Provinsi Bengkulu," kata Henny Dwi Kartika Rini, Kamis (13/2) saat konferensi pers.

Sementara itu, Wakil Direktur Umum dan Pelayanan  RSUD M.Yunus Bengkulu, Ismir Fahri membeberkan bahwa pasien saat ini tengah di isolasi di salah satu ruangan di RSUD M.Yunus sejak sore kemarin.

"Hingga sat ini pasien masih tahap observasi. Memang kemarin pasien mengeluhkan demam dan sakit tenggorokan. Namun untuk mengidentifikasi apakah terjangkit virus corona masih memerlukan tahapan dan saat ini pasien belum mengalami infeksi saluran bawah," ujar Ismir.

Lebih lanjut, pihak RSUD M.Yunus bersama dengan tim penanganan virus corona Bengkulu akan menjalankan mekanisme sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah di tentukan oleh Kementrian Kesehatan RI.

"Apapun itu dia memeriksakan dirinya dan secara sadar kita menerapkan sop nya terkait wabah corona. Kita juga sudah menyiapkan peralatan seperti sebelumnya sebagai bentuk kewaspadaan," turup Ismir Fahmi.

Diketahui, Mr.W sebelumnya telah diisolasi selama 14 hari dan selama itu tidak menunjukan reaksi apapun sehingga terhitung sejak tiba di Bengkulu selama 16 hari baru merasakan, demam, dan sakit tenggorokan. [ogi]

Tonton Videonya



Komentar Pembaca