Keterangan Tersangka Dalam Rekon Pembunuhan Kartini, Ri Turut Terlibat

Hukum  KAMIS, 06 FEBRUARI 2020 , 19:29:00 WIB | LAPORAN: RIZKI MARDANI

Keterangan Tersangka Dalam Rekon Pembunuhan Kartini, Ri Turut Terlibat

Rekontruksi pembunuhan Kartini yang dilakukan tersangka/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Tim Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polda Bengkulu menggelar rekontruksi pembunuhan Kartini (56) di Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Gang Anggrek Kelurahan Sukaraja Kecamatan Curup Timur.

Dalam rekontruksi tersebut terdapat sebanyak 89 adegan yang diperagakan langsung oleh tersangka Eko Susanto (30), dalam adegannya tersangka menyebutka jika Ri (30) yang merupakan menantu korban yang saat ini berstatus saksi turut terlibat dalam pembunuhan.

Mulai dari adegan pertama, sebelum pembunuhan tersangka bertemu dengan Ri di rumahnya dengan saksi lainnya, saat itu tersangka mengatakan "kito kerjoi bae ibu Kartini".

Pada adegan ke tiga, seminggu sebelum kejadian di depan rumah tersangka, Ri menemui tersangka berkata " ada tidak bang yang mau bunuh mertua aku," dan dijawab tersangka "aku saja", dua hari berikutnya pada adegan ke empat, Ri kembali datang dan bertanya "ada tidak bang", dan dijawabnya " ada, akulah".

Dua hari berikutnya pada adegan ke lima, Ri kembali menemui tersangka dan bertanya "nian ada bang" dijawab tersangka "ya, ada akulah, emangnya kenapa sampai kau mau begitu," dijawab Ri "masalah itu-itulah,"

Pada adegan ke enam, korban sempat menemui tersangka untuk menagih uang kredit nasabah korban, yang kemudian mereka berpisah setelah menagih, dan bertemu kembali di pinggir jalan.

Pada adegan ke 12, Ri kembali datang menemuinya dan menayakan "jadi dak bang" dan dijawabnya "lajulah", yang kemudian tersangka pergi sednagkan Ri masih dirumahnya.

Singkat cerita pada adegan ke 1, tersangka pergi kerumah korban dan langsung masuk melalui pagar depan yang saat itu terbuka, tersangka langsung masuk kedalam rumah lewat ruang tamu sambil mengendap-endap.

Pada saat berada diruang keluarga dan hendak menuju dapur, pada adegan ke 21, korban melihat tersangka, yang kemudian korban berkata "mau ngapai kamu, mau maling ya,".

Merasa terdesak tersangka langsung membekap korban dari arah depan, dan korbam berteriak 'maling', tersangka berupaya melumpuhkan korban dengan memukul korban dengan tangan kosong, lantaran terus berteriak, tersangka berusaha menyeret korban kedalam agar tidak terdengar orang lain.

Pada saat korban terjatuh dengan posisi telungkup, pada adegan ke 32, tersangka membentukan kepala korban kelantai, pada saat hendak diulangi, pada adegan ke 33 datang Ri dari pintu samping rumah.

Berdasarkan keterangannya kepada penyidik, saksi Ri datang dengan memegang pisau carter dan langsung menggorok leher korban yang saat itu masih dibekap tersangka, pada adegan ke 35, Ri menggorok korban sebelah kiri  dan pada adegan ke 37 setelah pindah posisi Ri menyayat leher korban sebelah kanan, spontan korban langsung tak berdaya.

Sebelum meninggalkan rumah, tersangka sempat mengambil perhiasan korban termasuk yang dikenakan korban saat itu, sedangkan Ri sendiri menurut tersangka masih masih diam disamping korban yang tidak lagi berdaya, saat meninggalkan rumah, tersangka juga membawa serta motor korban dijualnya seharga Rp 2 juta.

Sementara itu, Panit Jatanras Polda Bengkulu, Ipda Dwi Adi Putra yang memimpin langsung jalannya rekontruksi mengatakan, pihaknya masih terus mendalami kasus tersebut, termasuk mendalami keterangan tersangka yang menyebutkan jika saksi Ri terlibat.

"Ada saksi lain yang menurut pelaku itu terlibat dan masih kita dalami, untuk tersangka masih satu orang," ujarnya
Sejauh ini, dilanjutkan dia, keterangan tersangka telah di konfrontir dengan saksi Ri, namun saksi Ri tetap pada keterangan awal tidak terlibat pembunuhan tersebut.

"Untuk keterlibatannya masih kita dalami lagi," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Rejang Lebong, Conny Tonggo Masdelima yang menyaksikan langsung rekontruksi tersebut menambahkan, pihaknya meminta penyidik untuk mendalami peran saksi lainnya dengan diperkuat dengan barang bukti.

"Pihak Kepolisian harus bekerja keras mencari bukti berdasarkan keterangan dari tersangka, karena barang bukti dan alat buktinya belum ada untuk membuktikan peran si R ini," pungkasnya.

Berdasarkan pantauan, jalannya rekontruksi pembunuhan Kartini yang terjadi pada 16 Desember 2019 lalu itu, dikawal ketat oleh personil gabungan Polres Rejang Lebong, masyarakat sekitar yang ingin menyaksikan jalannya rekontruksi memadati sekitar TKP. [tmc]

Tonton video lengkapnya


Komentar Pembaca